JawaPos.com – Minyak adalah salah satu bahan pokok yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, baik dalam masakan maupun sebagai sumber lemak dalam diet. Meskipun sering dianggap sebagai penyebab masalah kesehatan, terutama terkait dengan penyakit jantung, tidak semua minyak memiliki dampak negatif. Beberapa jenis minyak justru memberikan manfaat penting bagi tubuh, seperti mendukung kesehatan jantung, memperbaiki kolesterol, dan membantu penyerapan vitamin.
Dengan beragam jenis minyak yang dijual di pasaran, penting untuk memilih jenis minyak yang tepat dan menggunakannya secara bijak agar manfaatnya maksimal tanpa menimbulkan efek buruk.
Dilansir dari laman Everyday Health, berikut ini adalah jenis-jenis minyak yang baik untuk kesehatan dan yang tidak baik untuk kesehatan.
1. Minyak Zaitun
Minyak zaitun terutama yang extra-virgin adalah pilihan terbaik untuk kesehatan jantung. Kandungan lemak tak jenuh tunggal dalam minyak zaitun membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL). Minyak zaitun juga mengandung senyawa antiinflamasi yang baik untuk mencegah penyakit jantung dan Alzheimer. Meskipun demikian, minyak zaitun memiliki titik asap yang lebih rendah, sehingga tidak ideal untuk menggoreng dalam suhu tinggi.
2. Minyak Canola
Minyak canola rendah lemak jenuh dan kaya akan lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda. Dengan titik asap yang lebih tinggi, minyak ini cocok digunakan untuk memasak dengan suhu tinggi, seperti memanggang atau menggoreng. Meskipun ada kekhawatiran tentang penggunaan bahan kimia dalam proses ekstraksi, akan tetapi jumlahnya sangat sedikit dalam produk akhir.
3. Minyak Biji Rami
Minyak biji rami kaya akan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung dan dapat membantu mengurangi peradangan. Minyak ini tidak cocok dipanaskan karena dapat merusak kandungan lemak sehatnya. Sebaiknya digunakan pada hidangan dingin seperti salad atau smoothie.
4. Minyak Alpukat
Minyak alpukat mengandung lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung. Minyak ini memiliki titik asap yang tinggi, sehingga ideal untuk memasak dengan suhu tinggi seperti menumis atau memanggang. Rasanya yang netral juga cocok untuk digunakan dalam baking.
5. Minyak Kenari
Minyak kenari kaya akan asam lemak omega-3 dan memiliki manfaat untuk melindungi kesehatan jantung. Karena titik asapnya rendah, minyak ini lebih cocok untuk digunakan dalam salad atau sebagai bahan penyedap makanan, bukan untuk menumis apalagi menggoreng.
Baca Juga: Menurut Psikologi, Ini 6 Kebiasaan Unik Orang yang Tidak Membutuhkan Uang untuk Bahagia
6. Minyak Wijen
Minyak wijen yang sering digunakan dalam masakan Asia, kaya akan lemak tak jenuh ganda dan memiliki sifat antiinflamasi. Dengan titik asap yang tinggi, minyak ini cocok untuk memasak dengan suhu tinggi. Namun, rasanya cukup kuat, jadi sebaiknya digunakan dalam jumlah sedikit untuk memberikan rasa yang pas pada hidangan.
7. Minyak Biji Anggur
Minyak biji anggur rendah lemak jenuh dan memiliki titik asap tinggi sehingga menjadikannya pilihan yang baik untuk berbagai jenis masakan. Minyak ini juga mengandung vitamin E, yang berfungsi sebagai antioksidan untuk mendukung sistem kekebalan tubuh.
8. Minyak Bunga Matahari
Minyak bunga matahari mengandung lemak tak jenuh ganda yang baik untuk jantung. Mengganti minyak lemak jenuh dengan minyak bunga matahari dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida.
3 Minyak yang Perlu Dibatasi atau Dihindari
1. Minyak Kelapa
Meskipun mengandung lemak jenuh yang lebih sehat daripada lemak jenuh pada daging merah, minyak kelapa masih bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) jika dikonsumsi berlebihan. Penggunaan minyak kelapa sebaiknya dibatasi dalam diet sehat.
2. Minyak Hidrogenasi Parsial
Minyak ini mengandung lemak trans yang berbahaya bagi kesehatan karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya. Lemak trans ditemukan pada banyak makanan olahan, jadi pastikan untuk memeriksa label produk dan hindari minyak hidrogenasi parsial.
3. Minyak Kelapa Sawit
Minyak kelapa sawit mengandung campuran lemak jenuh dan tak jenuh, tetapi karena kandungan lemak jenuhnya cukup tinggi, sebaiknya digunakan dengan hati-hati terutama bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan seperti diabetes. Selain itu, ada juga masalah lingkungan terkait produksi minyak kelapa sawit yang menyebabkan deforestasi.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah