JawaPos.com–Kehilangan kualitas tidur menjadi masalah umum yang dihadapi oleh banyak orang dewasa di seluruh dunia. Bahkan, sekitar satu dari tiga orang dewasa menunjukkan gejala insomnia, dengan 10 persen dari mereka benar-benar memenuhi kriteria gangguan insomnia.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kurangnya tidur nyenyak bukan hanya sekadar gangguan, melainkan masalah yang serius dan meluas. Lalu, apa saja penyebab umum yang membuat Anda terjaga sepanjang malam?
Dilansir dari kanal YouTube Psych2Go, berikut adalah tujuh alasan yang sering membuat orang mengalami insomnia, serta langkah-langkah yang bisa Anda coba untuk mendapatkan tidur berkualitas.
- Masalah Emosional yang Belum Terselesaikan
Pernahkah Anda merasa sulit tidur karena perasaan berat di dada atau pikiran yang tak kunjung berhenti? Masalah emosional yang belum terselesaikan dapat membuat pikiran Anda terus aktif, sehingga sulit bagi tubuh untuk rileks dan tertidur.
Sebaiknya, bicarakan dengan orang terdekat atau profesional mengenai beban emosional yang Anda rasakan, terutama jika perasaan tersebut sangat mengganggu waktu tidur Anda. Mendapatkan dukungan emosional bisa membantu mengurangi beban pikiran dan memudahkan Anda untuk tidur lebih nyenyak.
- Stres, Kecemasan, dan Terlalu Banyak Berpikir
Kehidupan sehari-hari yang penuh tekanan sering kali membuat pikiran kita terus memutar ulang masalah dan kekhawatiran saat menjelang tidur. Ketika pikiran mulai bergerak terlalu cepat, stres dapat mengganggu proses rileksasi tubuh, sehingga membuat Anda sulit untuk tidur.
Cobalah teknik relaksasi seperti pernapasan dalam atau tuliskan kekhawatiran Anda di jurnal sebelum tidur. Ini dapat membantu mengosongkan pikiran dan membuat tidur lebih nyenyak.
- Penggunaan Layar Sebelum Tidur
Kebiasaan menggunakan gawai sebelum tidur, seperti scrolling media sosial atau menonton video, sangat mudah membuat kita terjebak. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan ini dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh? Cahaya biru yang dipancarkan oleh layar gawai dapat menekan produksi melatonin, hormon yang mengatur tidur.
Para ahli menyarankan untuk menghindari penggunaan gawai setidaknya satu jam sebelum tidur atau mengatur layar dalam mode gelap untuk mengurangi rangsangan.
- Ritual Tidur yang Buruk
Apa yang biasanya Anda lakukan sebelum tidur? Rutin melakukan kegiatan seperti mencuci muka atau menyikat gigi dapat membantu tubuh mengenali waktu tidur. Tubuh menyukai rutinitas, sehingga penting untuk menciptakan ritual tidur yang dapat menenangkan Anda, seperti melakukan yoga ringan, membaca buku, atau mendengarkan podcast. Dengan menciptakan ritual tidur, tubuh akan lebih mudah masuk ke mode istirahat.
- Kurangnya Paparan Cahaya Matahari
Apakah Anda menghabiskan sebagian besar waktu di dalam ruangan atau di tempat yang kurang pencahayaan? Kurangnya paparan cahaya matahari dapat memengaruhi ritme tubuh dalam mengatur siklus tidur-bangun. Para ahli menyarankan untuk setidaknya mendapatkan 30 menit paparan sinar matahari setiap hari agar jam biologis tubuh tetap teratur dan tidur menjadi lebih nyenyak di malam hari.
- Aktivitas Fisik yang Tidak Teratur
Olahraga teratur tidak hanya baik untuk kesehatan fisik tetapi juga bermanfaat untuk tidur. Namun, jika Anda tidak aktif secara fisik atau hanya berolahraga menjelang tidur, hal ini dapat mengganggu proses tubuh dalam menyiapkan diri untuk istirahat. Cobalah melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki atau peregangan beberapa jam sebelum tidur untuk membantu tubuh merasa lebih rileks dan siap tidur.
- Pola Makan dan Minuman yang Tidak Tepat
Makanan dan minuman yang Anda konsumsi menjelang tidur juga dapat memengaruhi kualitas tidur. Hindari kafein dan makanan berat di malam hari, karena keduanya bisa membuat tubuh tetap aktif dan mengganggu tidur. Sebaliknya, pilih camilan ringan yang mudah dicerna dan minum air dalam jumlah cukup agar tubuh merasa nyaman sepanjang malam.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah