Jawapos.com–Berjemur di pagi hari telah lama dikenal sebagai salah satu aktivitas yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Meskipun sinar matahari yang terlalu terik dapat berbahaya, paparan sinar matahari pagi, terutama sebelum pukul 10 pagi memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh.
Dilansir dari selecthealth.org dan healthshots.com, berikut adalah beberapa manfaat berjemur di pagi hari yang patut diketahui.
- Meningkatkan kualitas tidur
Sinar matahari pagi dapat membantu meningkatkan kualitas tidur melalui pengaturan hormon melatonin yang berperan penting dalam siklus tidur. Tubuh secara alami memproduksi melatonin saat hari mulai gelap dan hormon ini membuat tubuh merasa mengantuk. Paparan sinar matahari di pagi hari membantu mengatur ritme sirkadian yaitu jam biologis tubuh yang mengatur kapan merasa terjaga dan kapan merasa mengantuk.
Saat tubuh mendapatkan paparan sinar matahari pagi, tubuh akan diberi sinyal kapan harus mulai mengurangi produksi melatonin dan kapan harus meningkatkan produksinya menjelang waktu tidur. Hal ini membantu mengatur siklus tidur-bangun, sehingga kamu bisa tidur nyaman pada malam hari. Semakin konsisten tubuh kamu terkena cahaya alami di pagi hari, semakin baik tubuh kamu dalam mengatur produksi melatonin di malam hari, yang berdampak pada tidur yang lebih nyenyak dan berkualitas.
- Mengurangi stres
Selain berperan dalam membantu tidur, melatonin juga memiliki efek menenangkan yang dapat menurunkan tingkat stres. Ketika tubuh terpapar sinar matahari di luar ruangan, produksi melatonin diatur secara alami. Dengan melatonin yang seimbang, tubuh lebih mampu merespons stres dengan baik, sehingga tingkat stres berkurang.
Selain itu, berada di luar ruangan biasanya melibatkan aktivitas fisik seperti berjalan, berolahraga, atau bermain yang secara alami juga membantu mengurangi stres. Olahraga meningkatkan produksi hormon endorfin yang dikenal juga sebagai hormon kebahagiaan, sehingga membantu meredakan stres secara fisik dan mental. Kombinasi dari paparan sinar matahari dan aktivitas fisik ini dapat meningkatkan suasana hati dan membantu tubuh merasa lebih rileks.
- Menjaga kesehatan tulang
Berjemur di bawah sinar matahari dapat membantu menjaga kesehatan tulang melalui produksi vitamin D. Saat tubuh terpapar sinar matahari terutama sekitar 15 menit setiap hari, tubuh dapat memproduksi vitamin D secara alami. Vitamin D ini penting karena membantu tubuh menyerap dan mempertahankan kalsium yang merupakan mineral penting untuk kekuatan tulang.
Jika tubuh kekurangan vitamin D, kalsium tidak akan diserap dengan baik sehingga dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh, tipis, atau bahkan berbentuk tidak normal. Oleh karena itu, berjemur di bawah sinar matahari secara rutin membantu mencegah masalah seperti osteoporosis dan menjaga tulang tetap kuat dan sehat.
- Membantu menjaga berat badan
Berjemur di luar ruangan selama sekitar 30 menit antara pukul 8 pagi hingga pukul 10 pagi hari dapat membantu menurunkan berat badan. Meskipun penurunan berat badan biasanya melibatkan berbagai faktor seperti pola makan dan olahraga, penelitian menunjukkan adanya hubungan antara paparan sinar matahari pagi dan pengelolaan berat badan.
Sinar matahari pagi dapat membantu mengatur ritme sirkadian tubuh, yang memengaruhi metabolisme dan tingkat energi. Dengan ritme sirkadian yang teratur, tubuh bisa membakar kalori dengan lebih efisien sepanjang hari. Selain itu, paparan sinar matahari pagi bisa meningkatkan mood dan energi sehingga kamu lebih cenderung aktif dan akan bermanfaat juga pada penurunan berat badan. Jadi, walaupun ada faktor lain yang turut memengaruhi penurunan berat badan, sinar matahari pagi tampaknya juga memiliki peran dalam menjaga berat badan ideal.
- Memperkuat sistem kekebalan tubuh
Saat terpapar sinar matahari pagi, tubuh akan memproduksi Vitamin D. Vitamin D ini berperan penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan yang kuat melindungi tubuh dari berbagai penyakit dan infeksi.
Vitamin D membantu meningkatkan respons imun dengan merangsang produksi sel-sel yang melawan infeksi. Dengan sistem kekebalan yang baik, risiko terkena penyakit seperti flu, infeksi pernapasan, bahkan beberapa jenis kanker, dapat berkurang. Selain itu, memiliki kekebalan tubuh yang kuat juga membantu meningkatkan pemulihan setelah operasi, mengurangi risiko komplikasi pasca-operasi, dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.
- Membantu mengatasi depresi
Paparan sinar matahari dapat membantu melawan depresi secara alami. Ketika tubuh terkena sinar matahari, kadar serotonin, zat kimia di otak yang berfungsi sebagai hormon kebahagiaan akan meningkat. Serotonin berperan dalam meningkatkan suasana hati, memberikan rasa tenang, serta membantu seseorang tetap fokus dan merasa nyaman.
Paparan cahaya alami dari sinar matahari juga efektif dalam meredakan gejala gangguan afektif musiman (Seasonal Affective Disorder, SAD), yaitu perubahan suasana hati yang sering terjadi di musim gugur dan musim dingin, ketika jumlah cahaya matahari berkurang. Pada bulan-bulan dengan sinar matahari yang lebih sedikit, banyak orang mengalami penurunan mood, dan sinar matahari dapat membantu mengembalikan keseimbangan suasana hati ini. Itulah sebabnya berada di bawah sinar matahari dapat secara alami meningkatkan perasaan bahagia dan mengurangi risiko depresi.
- Membantu menjaga tekanan darah
Berjemur di bawah sinar matahari dapat membantu mengendalikan tekanan darah, terutama bagi penderita hipertensi (tekanan darah tinggi). Saat kulit terkena sinar matahari, molekul nitric oxide di lapisan atas kulit diaktifkan. Molekul ini berfungsi melebarkan pembuluh darah sehingga memperlancar aliran darah.
Dengan pembuluh darah yang melebar, darah dapat mengalir lebih bebas sehingga dapat mengurangi tekanan pada dinding pembuluh darah. Hal ini membantu menurunkan dan menjaga tekanan darah tetap stabil. Proses ini sangat penting bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi karena membantu mencegah komplikasi kesehatan yang serius, seperti serangan jantung atau stroke.
- Mencegah dari permasalahan kulit
Beberapa orang percaya bahwa sinar matahari yang berlebihan dapat merusak kulit. Akan tetapi, berjemur di bawah sinar matahari pagi dapat bermanfaat untuk menyembuhkan masalah kulit tertentu. Berdasar sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Climatotherapy of Psoriasis, berjemur dapat membantu mengatasi masalah kulit yang parah, termasuk kondisi seperti psoriasis.
Psoriasis adalah gangguan kulit yang menyebabkan munculnya bercak-bercak kulit kering dan meradang. Paparan sinar matahari pagi, yang memiliki sinar UV dalam jumlah yang lebih aman, dapat membantu mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan masalah kulit. Sinar UV di pagi hari membantu mengurangi sel-sel kulit yang tumbuh terlalu cepat, yang merupakan salah satu penyebab utama psoriasis. Selain itu, sinar matahari pagi juga mengandung vitamin D yang membantu menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.
Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari berjemur, kamu harus menerapkan beberapa hal seperti memperhatikan durasi untuk berjemur dan kapan waktu yang tepat untuk berjemur. Dilansir dari ugm.ac.id, waktu yang tepat untuk berjemur agar mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup adalah ketika bayangan tubuh lebih pendek dari tinggi badan.
Durasi yang dianjurkan adalah sekitar 10 hingga 15 menit. Waktu berjemur terbaik dimulai antara pukul 10.00 hingga 15.00, karena sebelum jam tersebut paparan sinar matahari mungkin belum cukup. Selain itu, di pagi hari terutama di kota besar dengan tingkat polusi tinggi, kualitas udara mungkin tidak baik karena banyak polusi.
Saat berjemur, disarankan agar kulit langsung terpapar sinar matahari tanpa terhalang oleh topi, tabir surya, atau pakaian, karena benda-benda tersebut dapat menghalangi paparan sinar matahari yang bermanfaat untuk kulit.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah