JawaPos.com–Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono menyoroti penyelesaian fasilitas pendukung di Embarkasi Haji Indramayu yang lambat. Hingga kini masih terkendala masalah klasik yakni infrastruktur dasar dan birokrasi anggaran.
Ono mengungkapkan, dari hasil peninjauan yang dilakukannya beberapa waktu lalu, adanya kendala teknis pada jaringan air bersih dan pembangunan masjid yang belum tuntas. Hal itu berdampak pada kenyamanan jamaah. Padahal, komitmen anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sudah tersedia.
”Pada waktu itu saya sudah meminta secara khusus kepada Bupati Indramayu dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat sebagai instansi yang berwenang. Kebutuhan anggarannya sekitar Rp600 jutaan, dan Gubernur juga siap menyiapkan dana,” kata Ono seperti dilansir dari Antara.
Dia menyayangkan adanya keterlambatan administrasi berupa surat rekomendasi dari Kanwil Kemenag Jabar yang belum masuk ke Pemprov Jabar. Sehingga anggaran tidak sempat terakomodasi dalam perubahan APBD 2025.
Dampaknya, jumlah kota yang dilayani Embarkasi Indramayu menyusut dari 40 menjadi 28 kota. Dari informasi yang didapat saat ini, kata Ono, pembangunan fisik sedang dipacu dengan pembagian tugas antara pemerintah pusat yang mengerjakan instalasi saluran air, sementara penyediaan pasokan airnya difasilitasi PDAM Indramayu.
”Harapannya fasilitas pendukung ini segera diselesaikan dan dapat meningkatkan kenyamanan layanan jamaah haji,” tutur Ono.
Sebelumnya, Kanwil Kementerian Haji Jawa Barat mengungkapkan Embarkasi Haji di Kabupaten Indramayu, siap melayani jamaah haji asal sejumlah daerah di Jawa Barat. Embarkasi haji di Kabupaten Indramayu ini akan menjadi tempat persinggahan jamaah haji dari berbagai wilayah di Jawa Barat sebelum diterbangkan ke Tanah Suci.
Pada musim haji 2026, embarkasi haji ini mampu menampung kurang lebih seribu jemaah haji dari sejumlah daerah di Jawa Barat. Sejumlah fasilitas embarkasi haji, seperti kamar, aula, hingga ketersediaan air untuk kebutuhan mandi dan salat, disebut kini sudah dapat digunakan.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah