JawaPos.com - LPP RRI Cirebon menggelar Dialog Interaktif melalui program "Cirebon Menyapa Masyarakat Episode 2" pada Senin malam, 17 Februari 2025. Acara ini merupakan hasil kerja sama dengan Pemerintah Kota Cirebon dan menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman, Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon Andi Wibowo, serta Kepala Dinas DPRKP Kota Cirebon Wandi Sofyan.
Dalam kesempatan tersebut, Ling Daiman menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan acara dan menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Ia mengingatkan bahwa bencana dapat terjadi tanpa peringatan, sehingga kesiapan pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan.
"Acara ini sangat penting untuk terus mengingatkan kita semua tentang pentingnya kesiapsiagaan, karena bencana sering datang tanpa peringatan," ujarnya, dikutip dari cirebonkota.go.id.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Andi Wibowo, menegaskan kesiapan Pemkot Cirebon dalam menangani bencana selama 24 jam. Ia menjelaskan bahwa sejak awal tahun, berbagai kejadian seperti banjir, pohon tumbang, dan longsor telah berhasil ditangani dengan koordinasi yang baik.
"Kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan kesiapan dalam menangani bencana yang terjadi," tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas DPRKP Kota Cirebon, Wandi Sofyan, menyampaikan bahwa pihaknya memiliki tim siaga yang dilengkapi dengan peralatan untuk menangani situasi darurat, termasuk pohon tumbang dan proses evakuasi.
"Kami memiliki tim yang siap siaga, termasuk tim evakuasi, serta alat untuk menangani pohon tumbang dan situasi lainnya," jelasnya.
Kepala RRI Cirebon, Eman Suherman, turut menyampaikan kebanggaannya atas suksesnya acara ini. Ia menegaskan komitmen RRI untuk terus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
"Acara ini menjadi sarana penting dalam memperkuat komunikasi antara Pemerintah Kota Cirebon dan masyarakat," ujarnya.
Selain membahas kesiapsiagaan, dialog ini juga menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana. Narasumber menekankan bahwa langkah-langkah mitigasi yang tepat dapat membantu mengurangi dampak bencana secara signifikan. Masyarakat pun diajak untuk lebih waspada dan memahami tindakan yang perlu diambil dalam situasi darurat.
Acara ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berdialog langsung dengan para narasumber. Melalui sesi tanya jawab, warga dapat memperoleh informasi lebih jelas mengenai langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah dalam upaya kesiapsiagaan bencana. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menghadapi bencana.
Ling Daiman menegaskan kembali bahwa Pemkot Cirebon selalu dalam keadaan siaga terhadap bencana dan berharap masyarakat juga turut meningkatkan kesiapsiagaan mereka.
"Kami dari Pemkot Cirebon selalu siap siaga, dan kami berharap masyarakat juga demikian," ujarnya.
Baca Juga: Maret Anti-Seret! 4 Shio Ini Diprediksi Mendapat Hoki Berlimpah dari Dewa Rezeki Menurut Astrologi
Andi Wibowo menambahkan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak sangat penting dalam upaya penanggulangan bencana. Ia mengungkapkan bahwa sejak awal tahun 2025, berbagai bencana telah berhasil ditangani berkat sinergi yang baik antara pemerintah dan pihak terkait.
"Sejak Januari hingga saat ini, berbagai kejadian bencana terus kami tangani," jelasnya.
Di sisi lain, Wandi Sofyan menyoroti peran aktif masyarakat dalam mitigasi bencana. Ia mengajak warga untuk selalu waspada serta segera melaporkan potensi bencana kepada pihak berwenang.
"Kesadaran masyarakat sangat penting dalam mengurangi dampak bencana," tegasnya.
Sebagai penutup, Eman Suherman menegaskan bahwa RRI akan terus menyajikan informasi yang relevan bagi masyarakat serta berkomitmen untuk menyelenggarakan program serupa di masa mendatang.
Baca Juga: Cewek Wajib Catat! Ini 7 Tips Skincare bagi Kamu Pengendara Sepeda Motor Sehari-hari
"Kami akan terus menyajikan informasi yang relevan melalui berbagai platform media yang kami miliki," ujarnya.
Dialog Interaktif ini tidak hanya menjadi wadah edukasi bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan warga dalam menghadapi bencana. Dengan meningkatnya kesiapsiagaan dan kesadaran bersama, diharapkan dampak bencana dapat diminimalisir secara efektif. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah