Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Bank Himbara Jaga Stabilitas, Kinerja Keuangan 2024 Tetap Solid di Tengah Gejolak Ekonomi

Agas Putra Hartanto • Minggu, 23 Februari 2025 | 12:45 WIB

Dirut BRI yang juga ketua HIMBARA, Sunarso. (Himbara)
Dirut BRI yang juga ketua HIMBARA, Sunarso. (Himbara)
 

JawaPos.com - Bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) terus menunjukkan performa keuangan yang kokoh meskipun menghadapi berbagai tantangan ekonomi global. Kinerja yang solid ini tercermin dari laba yang meningkat, penyaluran kredit yang sehat, dan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Tata kelola yang pruden menjadi kunci bagi bank-bank ini untuk terus tumbuh secara berkelanjutan.

Ketua Umum Himbara Sunarso menegaskan bahwa stabilitas layanan perbankan dan fundamental bisnis tetap menjadi prioritas utama. Bank Himbara, yang mencakup PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), telah merilis laporan keuangan 2024 dengan hasil yang menggembirakan.

"Di tengah dinamika tantangan ekonomi global, fundamental kinerja Himbara sangat solid. Di samping itu, Himbara juga memastikan seluruh layanan operasional perbankan berjalan dengan lancar dan aman. Sehingga nasabah tetap mendapatkan akses layanan optimal terhadap berbagai produk dan layanan keuangan," kata Sunarso, Sabtu (22/2).

Pada kuartal IV 2024, BRI mencatatkan laba bersih sebesar Rp 60,64 triliun, sementara Bank Mandiri meraup profit Rp 55,78 triliun. BNI membukukan laba Rp 21,5 triliun, sedangkan BTN meraih Rp 3 triliun. Keempat bank ini tetap fokus memperkuat intermediasi perbankan dengan menjaga kualitas kredit dan meningkatkan efisiensi operasional.

Dalam penyaluran kredit, BRI mencatat pertumbuhan sebesar 6,97 persen secara year-on-year (YoY) dengan total kredit mencapai Rp 1.354,64 triliun. Dari jumlah tersebut, 81,97 persen disalurkan ke segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bank Mandiri juga membukukan pertumbuhan positif dengan total penyaluran kredit mencapai Rp 1.670,55 triliun atau naik 19,5 persen YoY. Pertumbuhan ini didorong oleh segmen wholesale yang menjadi motor utama ekspansi kredit. Sementara itu, BNI mencatat pertumbuhan kredit 11,6 persen YoY menjadi Rp 775,87 triliun.

BTN tetap konsisten dengan perannya dalam pembiayaan perumahan, mencatat pertumbuhan kredit sebesar 7,3 persen YoY dari Rp 333,69 triliun menjadi Rp 357,97 triliun. Mayoritas kreditnya tersalurkan untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), baik subsidi maupun non-subsidi.

"Peningkatan kredit tersebut juga didukung oleh likuiditas yang memadai, dengan pertumbuhan DPK yang positif di seluruh bank Himbara," ujar Sunarso.

Dari sisi penghimpunan dana, BRI berhasil mengumpulkan simpanan sebesar Rp 1.365,45 triliun. Dana murah atau current account saving account (CASA) mendominasi dengan persentase 67,30 persen atau setara Rp 918,98 triliun.

Bank Mandiri mencatatkan DPK sebesar Rp 1.699 triliun, tumbuh 7,73 persen YoY dengan CASA yang mendominasi 80,3 persen dari total simpanan. Sementara itu, tabungan BNI meningkat 11 persen menjadi Rp 258 triliun.

BTN juga mencatat pertumbuhan DPK yang positif, naik 9,1 persen YoY menjadi Rp 381,67 triliun dari Rp 349,93 triliun di tahun sebelumnya. Dengan rasio CASA sebesar 54,1 persen, BTN terus memperkuat struktur pendanaannya.

Menurut Sunarso, pencapaian tersebut menjadi bukti nyata ketahanan bisnis perbankan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. "Fundamental bisnis yang kuat dari bank-bank yang tergabung dalam Himbara juga mampu menjaga stabilitas industri perbankan yang akan berdampak positif bagi perekonomian nasional," ungkapnya.

Sunarso juga menegaskan bahwa dana para nasabah berada dalam perlindungan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, operasional bank-bank Himbara tetap berada di bawah pengawasan ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.

"Partisipasi dan tata kelola tersebut memberikan jaminan kepada nasabah bahwa dana mereka aman sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tambahnya.

Perbankan juga terus mencermati perkembangan ekonomi global, termasuk dampak penguatan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap nilai tukar rupiah. Bank Mandiri secara disiplin melakukan stress test dengan mempertimbangkan berbagai skenario global.

"Tekanan terhadap nilai tukar (rupiah) ini pasti memengaruhi kinerja kami, khususnya di sektor perdagangan internasional. Bank Mandiri memiliki pangsa pasar terbesar dalam pembiayaan transaksi ekspor dan impor," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi.

Darmawan menambahkan bahwa ketidakpastian global juga masuk dalam skenario stress test Bank Mandiri. Dengan demikian, proyeksi kinerja perseroan tetap resilien menghadapi fluktuasi nilai tukar rupiah.

"Kami terus merespons persaingan pasar ini dengan inisiatif-inisiatif untuk menyediakan layanan yang relevan dan adaptif," tandasnya.

 

Editor : Dhimas Ginanjar
#bank #ekonomi global #bank Himbara