Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Dispusip Kota Cirebon Mendigitalkan 11 Naskah Kuno untuk Pelestarian

Antara • Jumat, 15 November 2024 | 20:29 WIB
Situs milik Dispusip menampilkan koleksi naskah kuno di Kota Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Situs milik Dispusip menampilkan koleksi naskah kuno di Kota Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon telah mendigitalkan sekitar 11 naskah kuno yang berusia ratusan tahun sebagai upaya untuk melestarikan dokumen bersejarah.

”Langkah ini dilakukan sebagai upaya melestarikan warisan budaya dan mempermudah masyarakat mengaksesnya secara daring,” kata Kepala Dispusip Kota Cirebon Gunawan seperti dilansir dari Antara di Cirebon, Jumat (15/11).

Dia menjelaskan, naskah-naskah tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk beberapa keraton, koleksi Masyarakat, serta para budayawan di Cirebon. Dokumen bersejarah itu sudah diunggah pada Sistem Informasi Naskah Kuno (Singkono), sebuah situs daring yang memuat koleksi naskah digital.

”Melalui situs ini, masyarakat dapat menjelajahi kekayaan literasi masa lalu tanpa harus melihat langsung fisik naskah yang rentan rusak,” ujar Gunawan.

Dia menyebutkan, naskah-naskah tersebut tidak hanya berusia lebih dari satu abad. Ditulis dalam berbagai bahasa seperti Arab Pegon, Cirebon lama, Sunda, hingga bahasa Tiongkok.

Menurut dia, ragam aksara dan bahasa ini mencerminkan kekayaan budaya yang ada di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Salah satu naskah yang telah didigitalisasi adalah Pustaka Agami Islam, karya pada abad ke-19 yang berisi ajaran Islam mulai dari syariat, tarekat, hingga makrifat.

”Naskah ini ditulis dalam bahasa Cirebon lama menggunakan aksara Arab Pegon dan dimiliki Keraton Kanoman,” ujar Gunawan.

Dispusip juga telah mendigitalisasi Surat Al-Fatawi, sebuah naskah yang ditulis KH Ahmad Syar'i Martakusuma pada 1910. Dokumen itu menceritakan kisah perjuangan dari sekelompok jawara pembela rakyat yang menentang penjajah.

 ”Karya lainnya adalah Babad Darmaju, yang mengisahkan sejarah Kabupaten Indramayu. Ditulis dalam bahasa Jawa menggunakan aksara Cacarakan, naskah ini memuat informasi penting tentang perkembangan wilayah tersebut,” terang Gunawan.

Gunawan menegaskan, digitalisasi naskah kuno bertujuan mendukung penelitian ilmiah, yang dilakukan mahasiswa maupun akademisi di Cirebon. Ke depannya, Dispusip Kota Cirebon berencana memperbanyak koleksi naskah kuno dalam bentuk digital dengan menggandeng pengelola keraton dan budayawan.

”Kami terus berupaya menjalin kerja sama dengan masyarakat dan pihak keraton untuk memperkaya koleksi ini agar tetap lestari,” ucap Gunawan.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#budayawan #naskah kuno #perpustakaan #kota cirebon #Dispusip