Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Pemkab Indramayu Revitalisasi 18 Ribu Hektare Tambak untuk Budi Daya Nila

Antara • Jumat, 15 November 2024 | 20:19 WIB
Ilustrasi tambak di Kabupaten Indramayu. (Fathnur Rohman/Antara)
Ilustrasi tambak di Kabupaten Indramayu. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu berkolaborasi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk program revitalisasi yang akan mengalihfungsikan 18 ribu hektare (ha) lahan tambak menjadi kawasan budi daya ikan nila salin.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Indramayu Dedi Taufik mengatakan, mendukung penuh program tersebut. Sebab upaya itu bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan pesisir Indramayu.

”Kami optimistis program ini bisa meningkatkan produksi perikanan serta kesejahteraan nelayan pesisir,” kata Dedi seperti dilansir dari Antara di Indramayu, Jumat (15/11).

Dia menjelaskan, program revitalisasi merupakan langkah penting untuk mengalihkan kegiatan budi daya udang ke nila salin. Sebab, relatif lebih mudah dikelola masyarakat.

Selain itu, Dedi Taufik menganggap nila salin sebagai komoditas yang bernilai ekonomis karena permintaan pasar terhadap ikan tersebut cukup tinggi. Dengan alih fungsi, Pemkab Indramayu dapat menjaga produksi perikanan secara signifikan, yang pada gilirannya bisa membantu pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan sumber protein hewani bagi masyarakat.

”Kalau produksi ikan melimpah, kita bisa mengurangi ketergantungan pada impor,” ujar Dedi Taufik.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu Edi Umaedi mengungkapkan, saat ini di daerahnya terdapat 22 ribu ha lahan tambak. Program revitalisasi tambak udang seluas 18 ribu ha, menjadi area budi daya ikan nila salin dilakukan secara bertahap dalam tiga tahun ke depan.

Dia menyebutkan, proses revitalisasi akan dimulai di beberapa kecamatan yaitu Pasekan, Sindang, Indramayu, Losarang, dan Kandanghaur.  ”Data lahan dan pemiliknya sudah kami siapkan, estimasi totalnya mencapai 3.000 ha yang siap untuk direvitalisasi,” tutur Edi Umaedi.

Edi menambahkan program tersebut juga melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, perguruan tinggi, hingga kelompok nelayan serta pembudi daya. Hal itu guna menjamin keberhasilan pelaksanaan program tersebut.

”Program ini diharapkan mampu menjadikan Indramayu sebagai salah satu pusat produksi nila salin di Indonesia,” ucap Edi Umaedi.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#ikan nila #dinas perikanan dan kelautan #tambak #indramayu