Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Presiden Prabowo dan Macron Luncurkan Kemitraan Strategis Kebudayaan di Candi Borobudur

Fawwaz Ralli Perdana • Sabtu, 31 Mei 2025 | 11:22 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Candi Borobudur (Dok. setneg.go.id)
Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Candi Borobudur (Dok. setneg.go.id)

JawaPos.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron bersama Ibu Negara Prancis, Brigitte Macron, melakukan kunjungan bersejarah ke Candi Borobudur, Kamis (29/05/2025). Kunjungan ini menjadi penanda peluncuran resmi kemitraan strategis di bidang kebudayaan antara Indonesia dan Prancis.

Di lokasi yang menjadi ikon warisan dunia UNESCO itu, kedua pemimpin negara menyaksikan langsung penandatanganan sejumlah kesepakatan kerja sama budaya oleh para menteri dan pelaku industri kreatif dari kedua negara. Momen ini disebut Presiden Macron sebagai awal dari babak baru dalam hubungan bilateral yang lebih mendalam di sektor budaya.
 
Presiden Macron menegaskan bahwa kemitraan ini akan berfokus pada dua pilar utama, yaitu pelestarian warisan dunia serta penguatan industri budaya dan ekonomi kreatif. Ia menyebut kekayaan budaya Indonesia sebagai salah satu yang terbesar di dunia, dan Prancis siap mendukung upaya pelestariannya.
 
Baca Juga: Presiden Prabowo Sambut Presiden Macron, Perkuat Hubungan Strategis Indonesia-Prancis
 
"Saya senang bahwa akan ada kerja sama antara Indonesian Heritage Agency dan Centro de Monuments Nationaux. Melalui program ini, kita akan belajar satu sama lain dalam pelestarian situs budaya," ujar Macron dalam sambutannya, dilansir dari setneg.go.id.
 
Kerja sama ini juga mencakup pendampingan dari lembaga pendidikan dan riset di Prancis terhadap pengkajian situs warisan prioritas di Indonesia. Sejumlah seniman, peneliti, dan pelaku budaya akan dilibatkan dalam proyek lintas negara tersebut.
 
Macron juga mengumumkan kolaborasi baru antara EVO dan Grand Palais Museum Guimet dalam penyelenggaraan pameran budaya yang menampilkan karya seniman kontemporer dari Indonesia dan Prancis. Ini diharapkan memperkuat pemahaman dan apresiasi budaya lintas negara.
 
"Prancis siap mendampingi secara nyata melalui sekolah, pusat penelitian, dan institusi budaya lainnya sesuai kebutuhan mitra Indonesia," lanjut Presiden Macron, disambut antusias oleh para tamu undangan.
 
Sementara itu, pada pilar kedua, Macron menyoroti pentingnya pengembangan industri kreatif sebagai kekuatan ekonomi masa depan. Ia mengatakan bahwa kemitraan ini ditujukan untuk memberdayakan generasi muda di kedua negara.
 
"Ini adalah kemitraan bagi anak-anak muda yang kreatif dan inovatif, baik di Prancis maupun Indonesia. Kita ingin membantu mereka berdiri di atas kakinya sendiri," tegasnya.
 
Sektor perfilman menjadi salah satu fokus kerja sama, dengan keterlibatan Centre national du cinéma (CNC) dan sekolah film ternama La Fémis. Macron menyebut kemitraan ini mencakup pelatihan, penyebaran karya, dan sistem pendanaan alternatif untuk produksi film.
 
"Kita ingin membangun model perfilman yang tidak selalu bergantung pada sistem produksi besar. Ini langkah strategis agar lebih banyak karya lokal bisa tampil global," jelas Macron.
 
Presiden Macron juga menyinggung kerja sama di bidang mode, gim, gastronomi, dan desain urban berkelanjutan. Ia mengapresiasi kehadiran desainer Indonesia di Paris Fashion Week dan menyebut inkubator PINTU sebagai jembatan penting dalam pengembangan potensi kreatif.
 
Dalam penutup sambutannya, Macron menekankan pentingnya kemitraan yang saling menguntungkan dan setara. Ia juga menyatakan kehormatan bisa meluncurkan inisiatif budaya ini di Candi Borobudur, simbol spiritual dan sejarah Indonesia.
 
"Ini momen luar biasa. Kita ingin menjadi mitra yang bisa dipercaya dan sahabat sejati bagi Indonesia. Hidup Indonesia, hidup Prancis, dan hidup persahabatan kedua negara," tandasnya penuh semangat.

Baca Juga: Prabowo Pimpin Rapat Terbatas, Proyek Hilirisasi Baterai Lanjut Bersama Huayou dan CATL
 
Editor : Candra Mega Sari
#kebudayaan #emmanuel macron #candi borbudur #prabowo subianto