Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Prabowo Pimpin Rapat Terbatas, Proyek Hilirisasi Baterai Lanjut Bersama Huayou dan CATL

Fawwaz Ralli Perdana • Minggu, 25 Mei 2025 | 11:18 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Terbatas membahas proyek hilirisasi baterai kendaraan listrik di Istana Merdeka. (Dok. setneg.go.id)
Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Terbatas membahas proyek hilirisasi baterai kendaraan listrik di Istana Merdeka. (Dok. setneg.go.id)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Merdeka, Kamis (22/5/2025), guna membahas kelanjutan proyek hilirisasi baterai kendaraan listrik. Fokus utama rapat adalah peralihan investasi dari konsorsium LG ke Huayou dan perkembangan proyek serupa yang melibatkan perusahaan asal Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL).

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara tersebut, pemerintah secara resmi menyetujui kelanjutan proyek senilai USD 9,8 miliar yang sebelumnya sempat tertunda.

Dilansir dari setneg.go.id, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan restu atas transisi pengelolaan proyek dari LG ke Huayou.

"Alhamdulillah tadi sudah diputuskan, sudah disetujui oleh Bapak Presiden. Sekarang sudah dilakukan oleh konsorsium Huayou dan ini siap untuk dilakukan groundbreaking," kata Bahlil usai rapat.

Bahlil juga menepis kabar yang menyebut bahwa LG mundur dari proyek tersebut. Menurutnya, keputusan beralih ke Huayou merupakan langkah strategis karena LG dinilai terlalu lamban dalam mengeksekusi proyek.

"Informasi soal LG keluar itu tidak benar. Justru kami yang memutuskan untuk membatalkan kerja sama dengan LG karena progresnya terlalu lambat," tegas Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa struktur proyek menempatkan BUMN Indonesia sebagai pemilik mayoritas saham di sektor hulu, yang artinya keuntungan dari proyek ini akan lebih banyak dinikmati oleh Indonesia.

Selain membahas Huayou, rapat juga mengulas kemajuan proyek dengan CATL, perusahaan baterai asal Tiongkok yang menjadi salah satu pemain global di industri kendaraan listrik.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa pendanaan yang dulu menjadi tantangan kini dapat diatasi melalui peran Danantara sebagai badan investasi negara. Danantara dinilai mampu mendorong keberlanjutan proyek dengan efisiensi dan dampak ekonomi yang besar.

"Sejak ada Danantara, kita bisa bantu pendanaannya. Proyek ini sangat baik dari segi return, penciptaan lapangan kerja, dan dampak ekonomi ke depan," ujar Rosan.

Dengan keterlibatan dua konsorsium besar, Huayou dan CATL, pemerintah berharap Indonesia bisa menguasai rantai pasok industri baterai secara utuh. Dari tambang hingga produksi akhir, semua proses akan dilakukan di dalam negeri.

"Ekosistem lengkap dari tambang sampai baterai akan kita kelola dalam satu green package, baik oleh Huayou maupun CATL," jelas Rosan lebih lanjut.

Dilansir dari setneg.go.id, pemerintah menargetkan agar proyek ini menjadi pilar utama transformasi industri Indonesia ke arah ekonomi hijau. Presiden Prabowo menekankan pentingnya hilirisasi sebagai strategi jangka panjang untuk ketahanan ekonomi dan energi nasional.

Rapat terbatas ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, dan COO Danantara Dony Oskaria.

Dengan percepatan ini, pemerintah optimistis dapat memulai groundbreaking proyek dalam waktu dekat dan menarik lebih banyak investasi hijau ke Tanah Air. Komitmen ini sejalan dengan agenda transisi energi bersih yang tengah digencarkan pemerintah.

Presiden Prabowo juga memberikan arahan agar seluruh kementerian dan BUMN terkait memastikan sinkronisasi langkah dalam proyek strategis ini, demi menjaga kepercayaan investor dan keberlanjutan program nasional kendaraan listrik.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#rapat terbatas #Presiden Prabowo #baterai #CATL #Huayou #hilirisasi