Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Warisan Turun-temurun, Kesenian Tradisional Berokan Asal Indramayu

Lania Monica • Senin, 30 September 2024 | 19:04 WIB
Berokan Indramayu. (Tangkap Layar Youtube Indramayu Channel)
Berokan Indramayu. (Tangkap Layar Youtube Indramayu Channel)

JawaPos.com–Berokan merupakan salah satu kesenian tradisional dari Indramayu yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat setempat. Seni ini memiliki nilai budaya yang mendalam dan merupakan bagian dari identitas masyarakat Indramayu.

Namun, seiring perkembangan zaman, Berokan menghadapi ancaman kepunahan. Hanya segelintir seniman yang masih berusaha mempertahankan eksistensinya. Inilah yang membuat pelestarian kesenian Berokan menjadi hal yang sangat penting agar generasi mendatang tetap bisa mengenal dan menghargai kekayaan budaya ini.

Kesenian Berokan diyakini diwariskan secara turun-temurun dari masa leluhur. Menurut sejarah, ada beberapa versi asal-usul Berokan. Salah satunya menyebutkan bahwa kesenian ini merupakan warisan kreasi dari Mbah Kuwu Sangkan atau Pangeran Cakrabuana ketika menyebarkan ajaran Islam di wilayah Galuh.

Melalui pertunjukan seni Berokan, syiar Islam dapat diterima masyarakat setempat dengan lebih mudah. Ada juga versi lain yang menyatakan bahwa Berokan diwariskan Pangeran Mina, seorang penguasa Laut Jawa di wilayah Indramayu dan Cirebon. Versi lain lagi menyebutkan bahwa kesenian Berokan telah ada sejak masa Prabu Parikesit​

Nama Berokan berasal dari kata barokah, yang dalam bahasa setempat berarti keselamatan. Kesenian ini sering digunakan dalam upacara ruwatan atau sebagai bentuk ritual untuk menangkal penyakit dan menghadirkan keselamatan dalam kehidupan masyarakat.

Dalam beberapa tradisi, pertunjukan Berokan juga dilakukan ketika menempati rumah baru sebagai simbol perlindungan dan keberkahan.

Penampilan Berokan sangat khas dan unik, dengan bentuk menyerupai buaya yang terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti karung goni dan kulit. Tampilannya yang eksotis dengan tambahan aksesori dari kain serta gerakan tarian yang energik membuatnya menarik untuk disaksikan. Selain itu, dalam pertunjukannya, Berokan biasanya diiringi musik tradisional yang menambah kesan magis dan mistis.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi kesenian Berokan saat ini adalah kurangnya generasi muda yang tertarik untuk melanjutkan tradisi ini. Kesenian Berokan memerlukan keahlian khusus dan pengorbanan waktu yang tidak sedikit, sehingga tidak banyak yang bersedia melestarikan.

Upaya pelestarian melalui pelatihan, pertunjukan, dan pengenalan di sekolah-sekolah menjadi sangat penting. Meskipun kesenian Berokan terancam punah, ada beberapa komunitas dan seniman yang tetap berkomitmen menjaga tradisi ini tetap hidup. Mereka sering mengadakan pertunjukan di berbagai acara adat dan festival budaya di Indramayu. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan budaya leluhur dan sebagai cara untuk memperkenalkan kesenian Berokan kepada generasi muda serta masyarakat luas.

Agar kesenian Berokan tetap eksis, peran serta pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat sangat dibutuhkan. Dukungan dari berbagai pihak dapat membantu dalam menghidupkan kembali seni ini dan menjadikannya sebagai daya tarik wisata budaya yang unik di Indramayu. Dengan demikian, seni Berokan bisa dikenal masyarakat dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

Pelestarian seni Berokan bukan hanya soal menjaga tradisi, melainkan juga menjaga identitas dan kearifan lokal masyarakat Indramayu. Harapannya, melalui berbagai upaya pelestarian, seni Berokan dapat terus bertahan dan berkembang, menjadi kebanggaan masyarakat Indramayu dan warisan budaya yang tak lekang oleh waktu.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#generasi muda #indramayu #kesenian tradisional #Berokan