Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Peran Mikroba Usus: Pengendali Tersembunyi di Balik Pikiran dan Emosi

Lola Amelia Putri Yani • Rabu, 12 Maret 2025 | 13:00 WIB
Ilustrasi mikroba usus. (Freepik)
Ilustrasi mikroba usus. (Freepik)

JawaPos.com - Setiap hari, kita mengambil keputusan, mulai dari memilih makanan, menonton film, hingga berdiskusi dengan orang lain. Pikiran kita bekerja tanpa henti, layaknya pabrik yang terus beroperasi. Namun, tanpa disadari, ternyata cara kita berpikir tidak sepenuhnya berasal dari diri kita sendiri.

Dilansir dari YouTube Kok Bisa?, ternyata ada sebuah sistem asing yang diam-diam mempengaruhi emosi kita, mulai dari perasaan sedih, bahagia, marah, kecewa, hingga keinginan untuk mengkonsumsi makanan tertentu. Lantas, siapa sebenarnya "pengendali" ini? Jawabannya tersembunyi jauh di dalam tubuh kita, tepatnya di dalam usus.

Usus kita dihuni oleh triliunan bakteri yang jumlahnya jauh lebih banyak daripada populasi manusia di bumi. Mereka membentuk tiga kelompok utama:

  1. Bakteri Baik – Berperan dalam menjaga kesehatan tubuh, membantu pencernaan, dan melindungi sistem pencernaan dari zat berbahaya.
  2. Bakteri Jahat – Mikroba ini dapat menyebabkan berbagai penyakit, merusak dinding usus, dan menghasilkan racun yang berbahaya bagi tubuh.
  3. Bakteri Netral – Tidak secara langsung memberikan manfaat atau merugikan tubuh, tetapi dapat berubah menjadi baik atau jahat tergantung kondisi lingkungan usus.

Di dalam usus, mikroba ini tidak selalu berdampingan dengan damai. Mereka sering bersaing untuk mendominasi usus kita. Jika kita mengonsumsi makanan sehat, maka bakteri baik akan semakin kuat dan mendominasi. Sebaliknya, jika kita sering mengkonsumsi makanan tidak sehat, bakteri jahat akan mengambil alih, menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti peradangan dan kerusakan usus.

Selain itu, bakteri netral cenderung berpihak pada kelompok yang sedang berkuasa. Jika bakteri baik mendominasi, mereka akan membantu menjaga keseimbangan. Namun, jika bakteri jahat mengambil alih, bakteri netral dapat berubah menjadi ancaman bagi tubuh

Yang mengejutkan, mikroba usus juga memiliki pengaruh besar terhadap pikiran dan emosi kita. Penelitian menunjukkan bahwa bakteri baik dapat menghasilkan hormon yang berkaitan dengan kebahagiaan, seperti serotonin. Sebagian besar hormon kebahagiaan ini ternyata diproduksi di usus, bukan di otak. Artinya, keseimbangan mikroba dalam usus kita dapat mempengaruhi suasana hati dan bahkan kondisi mental kita, seperti kecemasan dan depresi.

Selain itu, mikroba usus juga dapat mengendalikan keinginan kita terhadap makanan tertentu. Beberapa bakteri memiliki makanan favorit, seperti makanan berlemak atau manis. Mereka dapat mengirim sinyal ke otak, menyebabkan kita mengidam makanan yang mereka butuhkan.

Komunikasi antara usus dan otak ini terjadi melalui sistem saraf yang tersembunyi di dalam saluran pencernaan kita. Sistem ini dapat berfungsi secara mandiri tanpa perlu dikendalikan langsung oleh otak, sehingga banyak komunikasi yang terjadi berasal dari usus ke otak, bukan sebaliknya.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa transplantasi mikroba usus berpotensi tidak hanya untuk mengatasi gangguan pencernaan, tetapi juga membantu mengatasi obesitas dan bahkan masalah kesehatan mental. Meski masih dalam tahap penelitian, pendekatan ini membuka peluang baru dalam dunia medis.

Otak manusia adalah organ paling kompleks di alam semesta, tetapi ternyata ia juga sangat dipengaruhi oleh mikroba yang ada di usus kita. Fakta ini mengajarkan kita bahwa kesehatan mental dan fisik sangat berkaitan dengan pola makan dan gaya hidup kita.

Dengan memahami peran mikroba dalam tubuh, kita bisa lebih sadar dalam memilih makanan yang kita konsumsi. Setiap makanan yang kita makan berkontribusi terhadap keseimbangan kerajaan mikroba di usus kita. Jika kita ingin merasa lebih bahagia, lebih sehat, dan lebih berenergi, maka menjaga keseimbangan mikroba usus adalah langkah yang harus kita ambil. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#pikiran #emosi #mikroba #bakteri #usus