Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Nyeri dan Bengkak Akibat Cantengan? Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Ampuh Mengatasinya

Amanda Zakiya Mufidatul Khoiroh • Kamis, 16 Januari 2025 | 12:00 WIB
Ilustrasi jempol kaki cantengan
Ilustrasi jempol kaki cantengan

JawaPos.com- Cantengan atau ingrown toenail adalah kondisi di mana kuku tumbuh dan menancap ke arah kulit, menyebabkan peradangan pada kulit dan jaringan di sekitarnya. Cantengan dapat terjadi pada kuku tangan maupun kaki, namun paling sering terjadi pada jempol kaki.

Cantengan cukup umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya, kecuali jika disertai gangguan aliran darah atau riwayat diabetes. Meskipun sering kali bisa ditangani dengan perawatan sederhana di rumah, kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri. Jika nyeri semakin parah, terutama disertai gejala seperti demam, penanganan medis mungkin diperlukan.

Cantengan terjadi karena beberapa faktor. Dilansir dari siloamhospitals.com, berikut sejumlah penyebab paling umum dari cantengan:

1. Kesalahan Memotong Kuku

Kesalahan saat memotong kuku yang terlalu pendek dapat menyebabkan cantengan, karena kulit menutupi sudut kuku dan kuku tumbuh ke dalam.

2. Memakai Alas Kaki Terlalu Sempit

Memakai alas kaki yang sempit bisa menekan kulit di sekitar kuku, memicu pertumbuhan kuku ke dalam.

3. Cedera Kuku

Cedera pada kuku, seperti terhimpit pintu, juga dapat menyebabkan cantengan dengan kuku yang menghitam dan patah.

Cantengan bisa dialami oleh siapa saja. Namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya, seperti berusia 40–50 tahun, sering memakai alas kaki yang terlalu sempit, memiliki riwayat keluarga dengan cantengan, mengalami obesitas atau kelebihan berat badan, serta memiliki kondisi yang membuat kulit mudah berkeringat, seperti hiperhidrosis.

Cantengan biasanya diawali dengan beberapa gejala sebelum rasa sakitnya semakin parah. Gejala tersebut meliputi kuku yang terasa nyeri saat disentuh atau terkena tekanan, adanya penumpukan cairan di area sekitar kuku, serta kulit di sekitar kuku yang memerah, membengkak, dan mengeras.

Jika cantengan disertai infeksi, gejala tambahan yang dapat muncul meliputi keluarnya nanah atau darah dari area kulit di sekitar kuku, disertai dengan meriang dan demam.

Baca Juga: Stres Menghantui? Temukan 16 Cara Sederhana dan Ampuh untuk Meredakan Stres dan Kecemasan Anda!

Lantas, bagaimana cara mengobati cantengan? Tujuan pengobatan cantengan adalah untuk meredakan gejala, mengatasi penyebabnya, serta mencegah kekambuhan dan komplikasi. Jika tidak disertai infeksi, cantengan dapat ditangani sendiri di rumah. Namun, jika keluhan terus berlanjut, disertai infeksi, atau terjadi pada penderita diabetes, perawatan medis oleh dokter sangat dianjurkan.

Dilansir dari laman Alodokter.com, berikut beberapa cara untuk mengatasi cantengan atau ingrown toenail:

1. Penanganan Cantengan Secara Mandiri

Penanganan cantengan secara mandiri dapat dilakukan dengan beberapa cara yakni:

Hindari menyelipkan kapas di celah kuku, karena bisa sebabkan infeksi. Jangan potong kuku yang menancap sendiri atau menusuk area cantengan.

2. Penanganan Cantengan oleh Dokter

Cantengan yang tidak kunjung membaik, terinfeksi, sering kambuh, atau dialami oleh penderita penyakit tertentu seperti diabetes, membutuhkan penanganan dokter. Ini tidak boleh ditangani sendiri karena bisa berisiko komplikasi.

Dokter akan melakukan operasi pencabutan sebagian atau seluruh kuku. Setelah operasi, pasien diharuskan melakukan beberapa langkah pemulihan, seperti meninggikan area yang mengalami cantengan, membatasi aktivitas pada kuku, menggunakan alas kaki yang nyaman, merendam kaki dengan air garam, dan menggunakan obat yang diberikan dokter.

Kuku yang dicabut sebagian dapat tumbuh kembali dalam beberapa bulan, sedangkan yang dicabut seluruhnya membutuhkan waktu sekitar 1 tahun.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#gejala #cantengan #Cara Mengatasi #penyebab #ingrown toenail #kuku