Tidak hanya rasa kantuk yang mengganggu, efek insomnia terhadap tubuh bisa jauh lebih berbahaya dari yang kamu bayangkan. Sering kali kita tidak menyadari betapa besar pengaruh kurang tidur terhadap fisik dan mental. Dilansir dari Healthline pada Sabtu (9/11), berikut adalah penjelasan mengenai efek buruk insomnia terhadap tubuhmu.
Apa yang Menyebabkan Insomnia?
Insomnia bisa muncul tanpa alasan yang jelas, atau bisa juga disebabkan oleh faktor lain yang mempengaruhi tidurmu. Insomnia primer terjadi tanpa ada penyebab medis yang mendasarinya, sementara insomnia sekunder muncul akibat kondisi tertentu yang mempengaruhi kualitas tidur. Jadi, kalau kamu merasa sulit tidur tanpa sebab yang jelas, mungkin itu insomnia primer.
Namun, insomnia kronis biasanya disebabkan oleh beberapa faktor yang perlu kamu waspadai. Berikut adalah beberapa penyebab umum insomnia yang bisa mengganggu tidurmu:
- Stres yang berkepanjangan
- Jet lag akibat perbedaan zona waktu
- Kebiasaan tidur yang buruk
- Makan terlalu malam
- Jadwal tidur yang tidak teratur, misalnya karena pekerjaan atau perjalanan
Selain itu, ada beberapa kondisi medis yang bisa memperburuk insomnia, seperti gangguan kesehatan mental, pengaruh obat-obatan, atau penyakit tertentu. Berikut ini beberapa kondisi medis yang dapat menjadi pemicu insomnia:
- Gangguan kesehatan mental
- Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antidepresan atau obat pereda nyeri
- Penyakit seperti kanker, penyakit jantung, atau asma
- Nyeri kronis
- Restless leg syndrome
- Sleep apnea yang mengganggu pernapasan saat tidur
Apa yang Terjadi Jika Kamu Mengalami Insomnia?
Jika insomnia dibiarkan terus-menerus, tubuh dan pikiranmu bisa mengalami berbagai masalah serius. Di antaranya adalah:
1. Kondisi Medis
- Stroke
- Asma
- Kejang
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah
- Sensitivitas terhadap rasa sakit
- Peradangan
- Obesitas
- Diabetes
- Tekanan darah tinggi
- Penyakit jantung
- Depresi
- Kecemasan
- Kebingungan dan frustrasi
- Peningkatan risiko kecelakaan
- Kinerja di tempat kerja atau sekolah
- Gairah seks
- Memori
- Penilaian dan pengambilan keputusan
Insomnia juga dapat mempersingkat umurmu. Sebuah analisis terhadap 16 studi yang melibatkan lebih dari 1 juta peserta menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko kematian hingga 12%. Studi lebih lanjut tentang insomnia kronis bahkan menunjukkan bahwa mereka yang mengalaminya memiliki risiko kematian yang meningkat hingga 97%.