JawaPos.com–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon mengupayakan pemasangan penahan di sejumlah muara sungai. Hal itu untuk mencegah sampah masuk kawasan pesisir, termasuk Pantai Kesenden.
Sekretaris DLH Kota Cirebon Fina Amalia mengatakan, karakteristik pantai di wilayah itu, berbeda dengan daerah lain. Sebab, lebih dipengaruhi proses akresi dibandingkan dengan abrasi.
Menurut dia, dengan kondisi tersebut mengakibatkan material dari laut dan sungai mudah mengendap di sepanjang pesisir.
”Kalau di daerah lain cenderung abrasi, di Cirebon justru akresi. Akresi ini menambah sedimen dari laut, dan sekarang bukan hanya sedimen, tetapi sampah juga berhenti di sepanjang pesisir Kota Cirebon,” kata Fina Amalia seperti dilansir dari Antara.
Dia menjelaskan, tumpukan sampah yang mengendap di Pantai Kesenden bukan berasal dari daratan di sekitar Pantai. Melainkan kiriman dari muara sungai serta laut saat terjadi pasang.
DLH Kota Cirebon telah melakukan sejumlah langkah di daratan agar sampah tidak masuk kawasan Pantai. Termasuk penguatan pengelolaan dan pengawasan sampah permukiman.
”Untuk yang di darat, kami sudah mencoba beberapa upaya agar sampah tidak masuk ke pantai. Sampah yang ada di pesisir ini murni kiriman dari muara sungai dan dari laut,” ujar Fina Amalia.
Sebagai langkah lanjutan, DLH Kota Cirebon berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait dengan rencana pemasangan jaring penahan sampah di muara sungai. Pihaknya mengusulkan pemasangan penahan di tiga lokasi yang dinilai rawan menjadi jalur masuk sampah ke wilayah pesisir Kota Cirebon.
”Titik yang diusulkan ada tiga, salah satunya di wilayah perbatasan kabupaten dan kota. Untuk yang existing saat ini berada di Sukalila,” ungkap Fina Amalia.
Dia mengharapkan pemasangan penghalang itu dapat menyaring sampah sejak dari sumbernya. Sehingga tidak menambah penumpukan sampah di Pantai Kesenden.
Danrem 063/Sunan Gunung Jati Cirebon Kolonel Infanteri Hista Soleh Harahap mengatakan, saat ini upaya penanganan sampah di Pantai Kesenden Cirebon sudah dilaksanakan dengan melibatkan sekitar 400 orang berasal dari berbagai unsur. Pantai Kesenden memiliki karakteristik yang berbeda karena didominasi lumpur, sehingga sampah yang terbawa dari muara sungai dan laut mengendap dengan ketebalan cukup tinggi.
Danrem memperkirakan ketebalan endapan lumpur dan sampah di Pantai Kesenden mencapai sekitar satu hingga dua meter. ”Pantai kita ini lebih dominan lumpur. Sampah berasal dari air pasang laut dan muara sungai, sehingga penanganannya lebih sulit dibanding pantai berpasir,” terang Hista Soleh Harahap.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah