Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Disnakertrans Kuningan: Ribuan Tenaga Kerja Masuk Industri pada 2025

Antara • Sabtu, 7 Februari 2026 | 18:30 WIB
Ilustrasi pekerja saat meracik minuman kopi di salah satu destinasi wisata di Kabupaten Kuningan. (Fathnur Rohman/Antara)
Ilustrasi pekerja saat meracik minuman kopi di salah satu destinasi wisata di Kabupaten Kuningan. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kuningan mencatat sebanyak 9.809 pencari kerja berhasil ditempatkan di berbagai sektor industri pada 2025 dari total 10.715 orang yang terdaftar.

Kepala Bidang Pengembangan Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Kuningan Yanto Chrisdianto mengatakan, capaian tersebut menunjukkan tingkat penyerapan tenaga kerja di daerah cukup tinggi melalui berbagai skema penempatan.

”Penempatan tenaga kerja itu meliputi sektor lokal, antar daerah, serta luar negeri dengan kecenderungan minat kerja internasional yang meningkat di kalangan gen Z,” kata Yanto Chrisdianto seperti dilansir dari Antara di Kuningan.

Menurut dia, tren ketenagakerjaan selama periode tersebut memperlihatkan perubahan preferensi tujuan kerja, terutama pada pencari kerja usia muda. Minat generasi muda sangat tinggi pada penempatan luar negeri, dengan negara tujuan yang banyak diminati di antaranya Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Malaysia.

Dia menjelaskan, faktor penghasilan, pengalaman kerja, serta peluang pengembangan karir menjadi alasan utama generasi muda memilih bekerja di luar negeri.

”Berdasar data, penempatan tenaga kerja melalui skema Antar Kerja Antar Negara (AKAN) selama 2025 tercatat sebanyak 311 orang,” terang Yanto Chrisdianto.

Lebih lanjut, dia menuturkan program pameran bursa kerja menjadi penyumbang terbesar penyerapan dengan total penempatan mencapai 4.717 orang. Selain itu, kata Yanto, alur Antar Kerja Lokal (AKL) dan Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) turut menyerap tenaga kerja sebanyak 3.084 orang.

”Adapun penyaluran melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah dan lembaga pelatihan kerja mencatat penempatan sebanyak 1.341 orang,” beber Yanto Chrisdianto.

Dia menyebutkan lonjakan jumlah pencari kerja terjadi pada Mei dan Juni 2025, dengan total pendaftar lebih dari 3.200 orang seiring periode kelulusan sekolah menengah. Mayoritas pendaftar merupakan lulusan baru, yang masuk kategori usia produktif dan mulai aktif mencari peluang kerja.

Disnakertrans juga mencatat jumlah lowongan kerja yang tersedia sepanjang 2025, mencapai 21.770 posisi atau lebih besar dibanding jumlah pencari kerja terdaftar. Pihaknya menilai tantangan utama dalam penempatan bukan pada ketersediaan lowongan, melainkan kesesuaian kompetensi dan kemampuan bahasa.

”Kami memperkuat pelatihan melalui BLK, program padat karya hingga pengembangan koperasi desa,” ungkap Yanto Chrisdianto.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#pencari kerja #Disnakertrans #kabupaten kuningan #Gen Z