JawaPos.com–Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung (Cimancis) menyebutkan penanganan banjir di Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, membutuhkan normalisasi Sungai Ciberes yang optimal. Normalisasi harus dilakukan sepanjang 8 km untuk mencegah terjadi luapan air.
Kepala BBWS Cimancis Dwi Agus Kuncoro mengatakan, pekerjaan yang sudah dilakukan selama dua tahun terakhir baru mencakup 2,7 km. Sehingga belum mampu menambah kapasitas aliran secara signifikan.
”Untuk penanganan banjir Waled diperlukan normalisasi Sungai Ciberes sepanjang 8 km,” kata Dwi Agus Kuncoro seperti dilansir dari Antara.
Dia mengatakan karena keterbatasan anggaran, program normalisasi di kawasan sungai tersebut dilakukan secara bertahap. Pada 2024 pekerjaan normalisasi yang sudah dirampungkan panjangnya sekitar 1,7 km, kemudian ditambah 1 km lagi di tahun ini.
BBWS Cimancis pada 2026, kata dia, berencana menambah 1 km normalisasi sebagai upaya jangka pendek untuk meningkatkan daya tampung Sungai Ciberes. Pihaknya mencatat sejumlah ruas sungai pun belum memiliki tanggul, sehingga material galian normalisasi dimanfaatkan untuk membangun tanggul kanan dan kiri.
Namun dia menegaskan, upaya komprehensif tetap diperlukan agar persoalan banjir tidak terus terjadi setiap musim hujan. ”Perlu adanya penanganan secara terintegrasi dengan kegiatan konstruksi, untuk pengendalian banjir secara menyeluruh,” tutur Dwi Agus Kuncoro.
Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman menyampaikan keprihatinan atas banjir yang melanda dua desa di Kecamatan Waled. Yakni Gunungsari dan Mekarsari, sejak Rabu (19/11) malam.
Berdasar laporan sementara, terdapat 1.400 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dengan estimasi 3.500 warga mengalami gangguan aktivitas. Agus menyebut pemerintah daerah meninjau langsung lokasi banjir, untuk mengidentifikasi penyebab dan merumuskan langkah penanganan.
”Meski normalisasi sudah dilakukan pada Sungai Ciberes dan Cigarukak, pemerintah masih perlu melakukan penanganan, misalnya mempertimbangkan pembuatan sodetan baru untuk memperlancar arus air,” ucap Agus Kurniawan Budiman.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah