Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

5 Tradisi Budaya Khas Indramayu yang Masih Dilestarikan hingga Kini, Wajib Kamu Ketahui!

Lania Monica • Kamis, 1 Mei 2025 | 09:00 WIB
Tradisi Nadran di Indramayu (Dok. Kabupaten Indramayu)
Tradisi Nadran di Indramayu (Dok. Kabupaten Indramayu)

JawaPos.com - Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya dan tradisi. Dari Sabang hingga Merauke, hampir setiap daerah memiliki kearifan lokal yang menjadi warisan leluhur. Sebagai generasi muda, sudah sepatutnya kita menjaga dan melestarikan budaya tersebut agar tidak hilang ditelan zaman.

Salah satu daerah yang masih sangat kuat dalam memegang adat istiadatnya adalah Indramayu, sebuah kota di pesisir utara Jawa Barat yang dikenal sebagai kota mangga. Tak hanya terkenal karena hasil pertaniannya, Indramayu juga menyimpan banyak tradisi yang masih dijaga hingga saat ini.

Dilansir dari YouYube Duo Saudara TV, berikut adalah lima tradisi budaya masyarakat Indramayu yang unik dan penuh makna. 

1. Nadran: Ungkapan Syukur Para Nelayan

Upacara Nadran merupakan tradisi tahunan masyarakat pesisir Indramayu sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut yang melimpah. Selain itu, upacara ini juga bertujuan memohon perlindungan dari marabahaya selama melaut. Nadran biasanya diselenggarakan antara bulan Oktober hingga Desember dan dilakukan di berbagai pantai seperti Pantai Eretan, Dadap, Karangsong, Limbangan, Glayem, Bugel, dan Ujung Gebang.

2. Ngarot: Perayaan Muda-Mudi Sebelum Musim Tanam

Tradisi Ngarot berasal dari Kecamatan Lelea dan telah ada sejak abad ke-16. Upacara ini dilaksanakan menjelang musim tanam sebagai doa untuk kesuburan lahan dan hasil pertanian yang melimpah. Uniknya, para peserta adalah para muda-mudi yang mengenakan pakaian adat dengan hiasan yang meriah. Ngarot digelar setiap hari Rabu di minggu keempat bulan November.

3. Mapag Tamba: Tolak Bala Lewat Air Tambak

Tradisi ini dilakukan untuk mengusir penyakit atau bala yang mengancam tanaman. Masyarakat mengambil air dari tambak dan menaruhnya dalam bumbung bambu, lalu menyiramkannya ke aliran sawah yang berada di perbatasan desa. Ritual ini dipercaya sebagai bentuk penolak bala berdasarkan kearifan lokal.

4. Sedekah Bumi: Rasa Syukur Menyambut Musim Tanam

Sedekah Bumi adalah upacara yang digelar sebelum para petani mulai menggarap sawahnya. Upacara ini biasanya dilakukan pada awal musim hujan, antara bulan Oktober hingga Desember. Masyarakat berkumpul, berdoa bersama, lalu melanjutkan dengan berbagai prosesi adat sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

5. Mapag Sri: Sambut Masa Panen dengan Wayang Kulit

Mapag Sri merupakan bentuk penghormatan kepada Dewi Sri, simbol kesuburan dan panen. Upacara ini biasanya dilaksanakan menjelang masa panen dengan menyelenggarakan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk di balai desa. Lakon khusus dipilih untuk menggambarkan tema pertanian dan hasil bumi.

Itulah lima tradisi budaya khas Indramayu yang hingga kini masih dijaga dan dijalankan oleh masyarakat. Tradisi ini tak hanya menjadi kekayaan budaya, tapi juga sarana mempererat kebersamaan dan menjaga hubungan harmonis dengan alam serta Sang Pencipta. Semoga kita sebagai generasi penerus bisa terus melestarikan warisan budaya yang penuh nilai ini.

Editor : Candra Mega Sari
#tradisi budaya #indramayu #Penuh Makna #dilestarikan