JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) memberikan penjelasan mengenai keterlambatan pergerakan jemaah haji Indonesia dari Muzdalifah ke Mina yang sempat terjadi pada Jumat (6/6/2025). Proses evakuasi yang seharusnya selesai pada pukul 09.00 Waktu Arab Saudi (WAS), baru rampung sekitar pukul 09.40 WAS.
Dilansir dari kemenag.go.id, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief menyampaikan bahwa pemberangkatan jemaah dari Muzdalifah sejatinya sudah dimulai tepat waktu pada pukul 23.35 WAS sesuai kebijakan Pemerintah Arab Saudi. Namun, sejumlah kendala di lapangan menghambat proses pergerakan secara keseluruhan.
Salah satu penyebab utama keterlambatan adalah jadwal bus yang tidak konsisten. Operasional ribuan bus mengalami hambatan karena antrian panjang dan lalu lintas yang padat, khususnya setelah pukul 00.00 WAS.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan jemaah yang sudah kelelahan menunggu. Beberapa jemaah bahkan memutuskan keluar dari area Muzdalifah sebelum dijemput bus.
"Sebagian jemaah membuka pintu keluar dan berjalan kaki ke Mina karena merasa tidak akan terangkut tepat waktu," jelas Hilman dalam keterangannya di Makkah.
Fenomena jemaah berjalan kaki ini pun makin masif menjelang pagi hari. Banyak jemaah dari berbagai maktab memilih opsi tersebut karena takut ketinggalan waktu lempar jumrah.
Langkah tersebut, meskipun dimaklumi, justru memicu kemacetan yang lebih parah di jalur shuttle bus. Akibatnya, perputaran bus semakin terhambat dan sulit mengakses titik penjemputan.
Hilman menyebut bahwa PPIH Arab Saudi sudah mengambil langkah cepat dan terukur untuk mengatasi kondisi darurat tersebut. Koordinasi darurat dengan Kementerian Haji dan Umrah Saudi langsung dilakukan pada pukul 03.12 WAS.
PPIH juga meminta bantuan logistik tambahan seperti air minum, makanan ringan, serta pelindung panas untuk jemaah yang masih tertahan di Muzdalifah. Empat kontainer bantuan akhirnya tiba pada pukul 08.50 WAS.
Menurut Hilman, intensitas pergerakan dan kondisi psikologis jemaah menjadi tantangan tersendiri dalam manajemen evakuasi tahun ini. Namun, berkat kerja sama lintas pihak, evakuasi tetap berhasil dilakukan tanpa insiden serius.
Dilansir dari kemenag.go.id, seluruh jemaah Indonesia dinyatakan telah dievakuasi dengan aman dari Muzdalifah ke Mina pada pukul 09.40 WAS. Meskipun terjadi keterlambatan, keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama.
Pihak Kemenag menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami jemaah. Terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Arab Saudi atas respons cepat dan kerja sama yang solid di lapangan. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah