Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Jelang Waisak 2025, Umat Buddha Lakukan Kegiatan Meditasi dan Tanam Pohon Suci di TMII

Fawwaz Ralli Perdana • Senin, 21 April 2025 | 21:30 WIB
Dirjen Bimas Buddha Supriyadi ikut serta menanam pohon Bodhi dalam rangkaian kegiatan menyambut Waisak 2025 di TMII, Jakarta Timur. (Dok. kemenag.go.id)
Dirjen Bimas Buddha Supriyadi ikut serta menanam pohon Bodhi dalam rangkaian kegiatan menyambut Waisak 2025 di TMII, Jakarta Timur. (Dok. kemenag.go.id)

JawaPos.com - Menjelang perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 BE/2025, umat Buddha di Jakarta menggelar serangkaian kegiatan religius dan ekologis yang sarat makna. Pada Minggu (20/4/2025), ratusan umat berkumpul di Wihara Arya Dwipa Arama, kawasan TMII, Jakarta Timur, dalam sebuah agenda pembersihan tempat ibadah, meditasi, dan penanaman pohon suci.

Tak hanya membersihkan altar dan taman vihara, sebagaimana dilansir dari kemenag.go.id, kegiatan dilanjutkan dengan meditasi bersama yang dipimpin oleh belasan bhikkuni. Atmosfer ketenangan dan spiritualitas begitu terasa saat umat duduk hening dalam perenungan, menenangkan batin di tengah semarak kota.

Usai meditasi, umat Buddha bersama tokoh masyarakat menanam pohon Bodhi (Ficus Religiosa) dan pohon Sala (Shorea Robusta), dua pohon suci dalam ajaran Buddha. Prosesi ini menjadi bentuk nyata dari harmoni antara pelestarian lingkungan dan penghayatan ajaran spiritual.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kemenag, Supriyadi, turut hadir dan terlibat langsung dalam penanaman pohon Bodhi. Ia menyampaikan rasa syukur atas berlangsungnya kegiatan yang menurutnya penuh nilai sakral dan relevansi ekologis.

"Pohon Bodhi adalah simbol pencerahan Siddhartha Gautama, sementara pohon Sala adalah tempat Sang Buddha mencapai Parinibbana," jelas Supriyadi.

Ia menambahkan bahwa kedua pohon ini juga berperan penting dalam menjaga lingkungan karena kemampuannya menyerap karbon dan menjaga kualitas tanah serta udara.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Keluarga Besar Abdi Negara, termasuk unsur TNI dan Polri, sebagai bagian dari kolaborasi nasional menyambut Waisak dan memperingati Hari Bumi pada 22 April 2025. Momentum ini menjadi panggilan untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kelestarian alam.

Menurut Supriyadi, penanaman pohon memiliki dampak spiritual dan sosial yang kuat. Ia berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi tradisi tahunan dan menginspirasi generasi muda untuk mencintai bumi sebagai bagian dari praktik keagamaan.

Selain meditasi dan penanaman pohon, rangkaian Waisak 2025 juga mencakup pengambilan air suci dari tempat sakral yang telah diberkahi. Air ini nantinya digunakan dalam ritual utama Waisak yang akan mencapai puncaknya pada 12 Mei 2025.

Pada 4 Mei 2025, umat Buddha di seluruh Indonesia juga akan mengadakan karya bakti dan doa bersama di makam para pahlawan. Ini merupakan bentuk penghormatan spiritual sekaligus nasionalisme yang menyatu dalam semangat Waisak.

Direktur Operasional TMII, Arie Prasetyo, menyambut positif kegiatan lintas agama dan lingkungan yang berlangsung di kawasan taman budaya tersebut. Ia mengungkapkan bahwa TMII sangat terbuka untuk kolaborasi komunitas keagamaan dan budaya dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa.

"TMII kini menjadi ruang terbuka yang merayakan keberagaman, dengan 32 anjungan daerah, 18 museum, dan berbagai wahana kolaboratif," ujarnya. Ia juga menyampaikan rasa syukurnya karena acara ini turut menyemarakkan ulang tahun ke-50 TMII.

Menurut laporan dari kemenag.go.id, kegiatan ini menjadi refleksi sinergi antara penghayatan agama dan tanggung jawab ekologis, menjadikan Waisak 2025 tak sekadar perayaan spiritual, tapi juga momentum perbaikan lingkungan dan sosial secara menyeluruh.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#umat buddha #Meditasi #tmii #waisak #pohon suci