Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Fakta-Fakta Menarik Tentang Kota Kuningan yang Jarang Diketahui

Rafael Milliano • Rabu, 13 November 2024 | 15:34 WIB
Hari Jadi Kota Kuningan
Hari Jadi Kota Kuningan

JawaPos.com - Kuningan, yang terletak di Jawa Barat, sering disebut sebagai "Kota Kuda" karena pesonanya yang khas. Di balik julukan tersebut, terdapat berbagai fakta menarik tentang kota ini yang mungkin belum banyak diketahui oleh orang pada umumnya.

Fakta-fakta tersebut memberikan gambaran lebih dalam mengenai Kuningan, mulai dari keindahan alam yang memukau, kekayaan budaya yang dimilikinya, hingga cerita-cerita legenda yang menjadi asal usul julukan "Kota Kuda." Kuningan memang menyimpan daya tarik yang patut untuk dieksplorasi lebih jauh.

Dihimpun oleh JawaPos.com, berikut ini adalah beberapa fakta menarik tentang Kuningan.

Asal-usul Nama Kuningan

Melansir kuningankab.go.id pada Rabu (13/11), nama Kuningan telah ada sejak tahun 732 M dan awalnya digunakan sebagai nama sebuah kerajaan setelah Seuweukarma dinobatkan sebagai raja.

Ketika wilayah ini dikuasai oleh Kerajaan Pajajaran, nama Kuningan berubah menjadi "Kajene," yang berarti "kuning" atau "emas," menggambarkan simbol kota tersebut.

Nama Kuningan akhirnya dikembalikan pada 1 September 1498 M, saat Sang Adipati Kuningan diangkat sebagai kepala pemerintahan, yang kemudian dijadikan sebagai hari jadi kota Kuningan.

Mengapa Dinamakan Kota Kuda?

Mengutip superlive.id pada Rabu (13/11), julukan "Kota Kuda" untuk Kuningan ternyata memiliki asal-usul yang menarik. Berdasarkan cerita rakyat setempat, terdapat seekor kuda bernama Windu yang dimiliki oleh Adipati Ewangga, Panglima Pasukan Kuningan.

Kuda ini dikenal sangat gesit dan kuat, sehingga memudahkan Adipati Ewangga untuk mengalahkan musuh. Sejak itu, ia dikenal dengan julukan "Leutik-leutik Kuda Kuningan" atau "Kecil-kecil Kuda Kuningan."

Balap Kuda Saptonan

Melansir smkpertiwikng.sch.id pada Rabu (13/11), Balap Kuda Saptona telah ada sejak lama dan memiliki kaitan erat dengan penamaan Kuningan sebagai "Kota Kuda." Tradisi ini bermula sejak masa Adipati Ewangga yang memiliki kuda bernama Windu, yang menjadi simbol semangat juang Kuningan.

Tradisi ini melibatkan lomba ketangkasan menunggang kuda, di mana peserta harus memasukkan tombak ke dalam lubang ember gantung. Peserta yang berhasil memasukkan tombak melalui cincin tanpa menumpahkan air dinyatakan sebagai pemenang.

Baca Juga: Mengulik Sejarah Kolam Renang Sang Raja, Situs Bersejarah di Majalengka yang Kini Terbengkalai

Tari Buyung

Melansir p2k.stekom.ac.id pada Rabu (13/11), Tari Buyung pertama kali diciptakan sekitar tahun 1969 oleh Emilia Djatikusumah, istri sesepuh adat Pangeran Djatikusuma. Tari ini menjadi sebuah tradisi yang cukup terkenal di Kuningan karena erat kaitannya dengan kepercayaan animisme dan dinamisme serta untuk memberikan penghormatan kepada Nyi Pohaci Sanghyang Aci yang merupakan arwah nenek moyang. Melalui tari ini, Emilia ingin melestarikan kebiasaan tradisional wanita Desa Cigugur dalam mengambil air menggunakan buyung 

Desa Wisata terbaik di ASEAN

Menurut superlive.id pada Rabu (13/11), Desa Wisata Cibuntu di Kuningan telah diakui sebagai salah satu desa wisata terbaik di ASEAN. Hal ini terbukti dengan berbagai penghargaan yang diraihnya, seperti peringkat 5 Desa Wisata Terbaik tingkat ASEAN dalam kategori homestay pada tahun 2016, serta penghargaan Desa Wisata Mandiri Inspiratif pada tahun 2021.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#kuningan #Kota Kuda #fakta menarik