Namun demikian, akses menuju puncak Gunung Mayana masih cukup menantang. Jalur tanah merah yang licin, terutama saat musim hujan, membuat medan sulit dilalui oleh kendaraan roda dua. Kondisi ini membuat banyak pendaki atau wisatawan yang datang terpaksa mengurungkan niat untuk mencapai puncak. Seperti yang dialami oleh rombongan dalam dokumentasi ini, mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke puncak setelah melihat kondisi jalur yang membahayakan.
Sebagai alternatif, mereka mengalihkan perjalanan menuju Bukit Pamoroan, sebuah kawasan perbukitan yang juga berada di wilayah Kuningan. Meskipun tidak setinggi gunung, Bukit Pamoroan menawarkan panorama alam yang tak kalah menarik. Di area ini, wisatawan bisa menikmati suasana persawahan, udara segar pegunungan, dan pemandangan langit yang dramatis, terutama saat mendung menyelimuti area sekitar.
Dilansir dari YouTube Langit Kelabu TV, trek menuju Bukit Pamoroan relatif lebih ramah, meskipun tetap membutuhkan tenaga ekstra. Akses utama menuju kawasan ini ditandai dengan jalur setapak berbentuk tangga dari bambu yang telah disusun oleh warga sekitar. Jalur tersebut cukup aman, bahkan ketika cuaca basah sekalipun. Tersedia juga fasilitas pendukung seperti musala, warung makan, serta beberapa titik yang disediakan untuk mendirikan tenda bagi wisatawan yang ingin berkemah.
Bukit Pamoroan terdiri dari beberapa titik ketinggian yang biasa disebut Bukit 1, Bukit 2, dan Bukit 3. Masing-masing bukit memiliki daya tarik tersendiri. Dari Bukit 1 yang berada di ketinggian sekitar 1.000 mdpl, pengunjung dapat menikmati panorama pegunungan serta lanskap hijau yang membentang luas. Sementara itu, Bukit 2 dan Bukit 3 berada di area yang lebih tinggi dan sering menjadi lokasi berkemah favorit.
Menariknya, kawasan ini mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun dari luar daerah seperti Cirebon dan sekitarnya. Beberapa pengunjung yang ditemui mengaku baru pertama kali menginjakkan kaki di Bukit Pamoroan, tertarik oleh keindahan alam dan suasana sejuk yang ditawarkan.
Sayangnya, saat kunjungan ini dilakukan, cuaca sempat berubah menjadi hujan ringan. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para pengunjung. Beberapa tetap bertahan sambil berteduh di warung yang tersedia, sementara lainnya tetap melanjutkan perjalanan ke salah satu bukit yang dituju.
Meskipun awalnya perjalanan menuju Gunung Mayana tidak berhasil dilanjutkan hingga puncak, pengalaman menjelajah Bukit Pamoroan tetap memberikan kesan yang positif. Keindahan alam, keramahan warga lokal, serta suasana yang tenang menjadikan tempat ini cocok sebagai alternatif liburan bagi mereka yang mencari ketenangan di tengah alam terbuka.
Editor : Candra Mega Sari