JawaPos.com–Ingin melihat komodo di Pulau Komodo tapi gak kesampaian? Tenang saja, Indramayu punya yang serupa. Selain memiliki air laut yang jernih, Pulau Biawak juga punya satwa liar yang khas hingga mercusuar yang bersejarah.
Pulau ini terletak di Desa Pabean Ilir, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu. Kamu harus menempuh seratus delapan puluh kilometer atau kurang lebih enam jam dari Kota Indramayu agar sampai di pulau ini.
Sesampainya kamu di Pulau Biawak, kamu akan menjumpai banyak biawak yang bergerak secara bebas tanpa rasa takut. Tentu saja, Pulau Biawak mempunyai daya tarik sendiri bagi wisatawan lokal maupun luar.
Pulau ini mempunyai banyak julukan, mulai dari Pulau Biawak, Pulau Rakit, sampai Pulau Suar, dijuluki pulau suar karena memiliki mercusuar peninggalan zaman Belanda. Hadirnya mercusuar di kawasan pantai, menambah keindahan ketika memandangi Pulau Biawak.
Dilansir dari indramayukab.go.id, mercusuar dengan ketinggian sekitar 65 meter itu dibangun Z.M. Willem pada 1872. Ini terlihat dari papan nama yang tertulis Onder De Efcering van Z.M. Willem III. Koning des Nederlanden, ENZ.., ENZ.,. Opgerigt Ovh Draailicht 1872.
Hingga kini, bangunan itu masih berfungsi untuk memandu kapal-kapal besar maupun kecil yang melintas. Berdirinya mercusuar di pulau ini menjadikan Pulau Biawak menjadi pilihan destinasi pengunjung yang ingin mengeksplor mercusuar-mercusuar di Indonesia. Mercusuar Pulau Biawak dapat kamu jelajahi dengan ditemani operator atau penjaga.
Pemandangan indah Pulau Biawak bisa kamu lihat secara keseluruhan dari atas mercusuar, mulai dari sunrise dan sunset, hingga pohon bakau yang mengelilingi pantai.
Itulah pesona yang ditawarkan Pulau Biawak, kamu bisa memasukkan Pulau Biawak ke dalam list destinasi wisata kamu selanjutnya. Jadi, jangan lupa berkunjung ke sini, ya!
Editor : Latu Ratri Mubyarsah