Jumat, 31 Juli 2026
Logo

Pemkab Kuningan Sebut Seren Taun Jadi Simbol Persatuan Keberagaman

Selasa, 9 Jun 2026 | 08:29 WIB

Tradisi agenda Upacara Adat Seren Taun di Kuningan. (Pemkab Kuningan/Antara)
Tradisi agenda Upacara Adat Seren Taun di Kuningan. (Pemkab Kuningan/Antara)

 

 

JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten Kuningan menyebut Upacara Adat Seren Taun 1957 Saka di wilayah Cigugur. Tradisi itu sebagai simbol persatuan dalam keberagaman yang mencerminkan harmonisasi masyarakat di tengah perbedaan budaya dan keyakinan.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan, Seren Taun tidak hanya menjadi tradisi syukur atas hasil panen, tetapi juga memperkuat persaudaraan masyarakat. Menurut dia, masyarakat Cigugur telah menunjukkan bahwa perbedaan bukan menjadi penghalang untuk hidup berdampingan secara harmonis.

Dian menilai Seren Taun merupakan miniatur Indonesia karena memperlihatkan kehidupan masyarakat yang rukun di tengah keberagaman budaya, adat, dan keyakinan.

“Persatuan bukan berarti harus sama, melainkan bagaimana berbagai perbedaan dapat berjalan bersama menuju tujuan yang sama,” kata Dian Rachmat Yanuar dilansir dari Antara.

Dia mengatakan tradisi tersebut juga mengajarkan pentingnya menjaga hubungan yang selaras antara manusia, alam, dan Tuhan Yang Maha Kuasa. Selain menjadi warisan budaya, kata dia, Seren Taun dinilai berperan memperkuat identitas Kabupaten Kuningan hingga dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

“Seren Taun telah berkembang menjadi salah satu ikon budaya yang melekat dengan Kabupaten Kuningan,” terang Dian Rachmat Yanuar.

Pemkab pun berkomitmen mendukung pelestarian Seren Taun, termasuk mendorongnya menjadi bagian dari kalender budaya daerah mulai tahun depan.

“Tahun depan Seren Taun menjadi bagian dari kalender budaya Kabupaten Kuningan. Kami dukung sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan sektor pariwisata daerah,” tutur Dian Rachmat Yanuar.

Dia menyampaikan kegiatan puncak Upacara Adat Seren Taun 1957 Saka digelar di Paseban Tri Panca Tunggal, Cigugur, Kuningan, pada Minggu (7/6) dengan dihadiri unsur pemerintah, tokoh adat, tokoh budaya, dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Yayasan Tri Panca Tunggal sekaligus Ketua Panitia Seren Taun Dewi Kanti Setianingsih mengatakan, perayaan tahun ini mengusung tema Merdika Ngolah Rasa untuk Masa Depan Bangsa.

Dia mengemukakan tema tersebut menegaskan Seren Taun tidak hanya menjadi tradisi syukur panen, tetapi juga sarana refleksi sosial dan kebangsaan.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Damkar Kuningan Evakuasi Kukang Jawa dari Permukiman Warga

Damkar Kuningan Evakuasi Kukang Jawa dari Permukiman Warga

Damkar) Kuningan mengevakuasi satu kukang jawa (Nycticebus javanicus) yang ditemukan di lingkungan permukiman warga di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur

Pemkab Kuningan Prioritaskan Penanganan Eceng Gondok di Waduk Darma

Pemkab Kuningan Prioritaskan Penanganan Eceng Gondok di Waduk Darma

Pemkab Kuningan prioritaskan penanganan eceng gondok di Waduk Darma guna mencegah dampak lebih luas terhadap fungsi waduk dan sektor pariwisata daerah

Diskanak Kuningan Gencarkan Budi Daya Ikan Sistem Bioflok di Tingkat Desa

Diskanak Kuningan Gencarkan Budi Daya Ikan Sistem Bioflok di Tingkat Desa

Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan gencarkan pengembangan budi daya ikan sistem bioflok di tingkat desa untuk meningkatkan produksi perikanan daerah

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia