Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Menggali Makna Spiritual dari 9 Pintu di Makam Sunan Gunung Jati

Siti Nahdia Usman • Selasa, 26 November 2024 | 15:30 WIB
Makam Sunan Gunung Jati
Makam Sunan Gunung Jati

JawaPos.com – Makam Sunan Gunung Jati terletak di Cirebon, Jawa Barat. Makam ini merupakan salah satu situs ziarah paling penting di Indonesia. Dikenal sebagai salah satu Wali Sanga, Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, lahir antara tahun 1448 dan 1450 Masehi. Ia adalah keturunan dari Syarif Abdullah Umdatuddin dan Nyai Rara Santang, putri dari Prabu Siliwangi. Sunan Gunung Jati memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Jawa dan diangkat sebagai Raja Cirebon kedua pada tahun 1479.

Kompleks makam Sunan Gunung Jati dihiasi dengan ornamen keramik khas Tiongkok yang dibawa oleh Putri Ong Tien, istri Sunan Gunung Jati. Ornamen ini menjadi simbol perpaduan budaya antara Islam dan budaya lokal Cirebon.

Kompleks makam ini dikenal dengan nama Astana Gunung Jati dan terdiri dari sembilan pintu yang memiliki makna spiritual mendalam. Pintu-pintu ini meliputi Pintu Gapura, Krapyak, Pasujudan, Ratnakomala, Jinem, Rararoga, Kaca, Bacem, dan Teratai. Masing-masing pintu memiliki fungsi tertentu dalam perjalanan spiritual peziarah. Misalnya, Pintu Pasujudan adalah tempat peziarah sujud sebagai penghormatan.

Akan tetapi dari kesembilan pintu tersebut, pengunjung umum hanya boleh menginjusampai pintu ketiga, sedangkan pintu lainnya hanya diperuntukkan bagi keturunan Sunan Gunung Jati. Peziarah umum hanya diizinkan hingga Pintu Pasujudan, yang merupakan batas akses untuk orang luar. Untuk mencapai lokasi makam utama, pengunjung harus melewati tangga dan beberapa pintu yang dijaga ketat oleh petugas.

1. Pintu Gapura

Pintu Gapura adalah pintu utama yang menyambut peziarah dengan ornamen keramik khas Tiongkok yang mencerminkan keindahan seni dan budaya lokal. Pintu ini menjadi gerbang awal memasuki kompleks makam.

2. Pintu Krapyak

Setelah melewati Gapura, peziarah akan menemukan Pintu Krapyak. Pintu ini berfungsi sebagai tempat untuk membersihkan diri secara fisik dan spiritual sebelum memasuki area yang lebih suci.

3. Pintu Pasujudan

Pintu Pasujudan adalah tempat di mana peziarah dapat melakukan sujud sebagai tanda penghormatan kepada Sunan Gunung Jati. Pintu ini juga menandai batas bagi peziarah umum, di mana akses ke area lebih dalam dibatasi untuk keturunan Sunan Gunung Jati dan keluarga kerajaan.

4. Pintu Ratnakomala

Dikenal sebagai "permata kemala", Pintu Ratnakomala diyakini menyimpan benda-benda berharga peninggalan Sunan Gunung Jati, seperti pusaka dan artefak sakral lainnya.

5. Pintu Jinem

Pintu Jinem terbuat dari kayu jinem yang kuat dan tahan lama yang sering dikaitkan dengan kesucian. Kayu ini dipercaya memiliki kekuatan spiritual untuk melindungi tempat suci dari gangguan negatif.

6. Pintu Rararoga

Makna dari Rararoga adalah perubahan yang mencerminkan transformasi spiritual yang dialami seseorang setelah melewati berbagai tahapan dalam perjalanan ziarahnya. Pintu ini melambangkan perubahan internal yang terjadi dalam diri peziarah.

7. Pintu Kaca

Pintu Kaca merupakan simbol kejernihan hati dan pikiran yang akan mengingatkan akan pentingnya niat yang bersih saat beribadah. Kaca melambangkan transparansi dan kebersihan jiwa yang diperlukan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

8. Pintu Bacem

Sama seperti Pintu Kaca, Pintu Bacem juga terkait dengan proses penyucian diri. Proses bacem menggambarkan pentingnya membersihkan jiwa melalui taubat dan amal shaleh sebelum beribadah.

9. Pintu Teratai

Sebagai pintu terakhir dan paling istimewa, Pintu Teratai adalah tempat bersemayamnya makam Sunan Gunung Jati.

Selain berziarah, para peziarah juga sering mandi di tujuh sumur yang terletak di dekat kompleks makam sebelum melakukan ziarah. Sumur-sumur ini dianggap memiliki khasiat spiritual yang dapat membersihkan diri secara fisik dan spiritual. Selain itu, pada hari-hari tertentu seperti Maulidan dan Kliwonan, jumlah peziarah yang datang meningkat pesat.

Kompleks makam ini tidak hanya menjadi tempat ziarah bagi umat Islam tetapi juga menarik pengunjung dari berbagai latar belakang agama, sehingga menjadikannya pusat spiritual yang kaya akan sejarah dan budaya. Setiap pintu yang dilewati membawa makna mendalam bagi setiap peziarah yang datang untuk mencari berkah dan pencerahan spiritual.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#makam #cirebon #sunan gunung jati #Makna Spiritual #pintu #sembilan