Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Mengenal Lebih Dekat Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon, Destinasi Wajib Bagi Pecinta Sejarah dan Seni

Arsyad Dena Mukhtarom • Senin, 11 November 2024 | 21:35 WIB
Museum Keraton Kasepuhan Cirebon. (disparbud.jabarprov.go.id)
Museum Keraton Kasepuhan Cirebon. (disparbud.jabarprov.go.id)

JawaPos.com–Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon adalah tempat yang wajib kamu kunjungi jika ingin merasakan langsung keindahan dan kekayaan sejarah Indonesia. Terletak di jantung Kota Cirebon, museum ini menawarkan banyak cerita menarik tentang budaya dan kejayaan masa lalu. Di sini, kamu bisa melihat koleksi artefak yang tak ternilai harganya, mulai dari peralatan kerajaan hingga karya seni klasik yang memukau.

Museum Pusaka Keraton Kasepuhan terletak di Jalan Kasepuhan Nomor 43, tepat di kawasan Keraton Kasepuhan, Cirebon. Jika kamu sedang berada di Cirebon, museum ini sangat mudah dijangkau, baik dari Bandar Udara Cakrabhuwana, Stasiun Prujakan, maupun Terminal Harjamukti. Dengan jarak hanya sekitar 14 km dari bandara dan 3 km dari stasiun utama, kamu bisa datang dengan cepat dan nyaman.

Selain itu, lokasi museum berada di dalam kompleks Keraton Kasepuhan yang kaya akan sejarah. Jadi, setelah mengunjungi museum, kamu bisa melanjutkan untuk mengeksplorasi lebih jauh keindahan arsitektur keraton yang mempesona. Pastikan kamu tidak melewatkan kesempatan untuk menikmati pesona sejarah Cirebon yang begitu kental di tempat ini.

Begitu kamu memasuki Museum Pusaka Keraton Kasepuhan, salah satu hal pertama yang akan menyambut adalah deretan Gamelan Degung dari Banten. Gamelan ini memiliki kisah yang begitu menarik, merupakan pemberian Ki Gede Kawungcaang kepada putrinya, Dewi Kawung, yang menikah dengan Sunan Gunung Jati pada 1426. Terbuat dari perunggu, gamelan ini tidak pernah digunakan lagi, namun tetap menjadi salah satu koleksi yang sangat berharga bagi Keraton Kasepuhan.

Di sebelah gamelan, kamu juga bisa menemukan koleksi rebana peninggalan Sunan Kalijaga yang dibuat pada 1412. Rebana ini memiliki genta atau lonceng bernama Bergawang yang dulunya digunakan dalam penobatan Sunan Gunung Jati sebagai Sultan Auliya Negara Cirebon pada 1429. Koleksi ini sangat mengesankan, tidak hanya karena umurnya yang sangat tua, tetapi juga karena kisah penting di balik setiap benda.

Museum ini tidak hanya memamerkan peninggalan para sunan, tetapi juga benda-benda kuno dari Keraton Kasepuhan. Salah satunya adalah seperangkat alat musik gamelan buatan tahun 1748 yang diberi nama Gamelan Si Ketuyung, peninggalan Sultan Sepuh IV. Kamu juga akan menemukan koleksi senjata dan baju zirah Portugis yang cukup berat, sekitar 4 kg, yang disimpan dengan rapi di etalase.

Tak kalah menarik, terdapat ukiran kayu kuno karya Panembahan Girilaya dari tahun 1582 yang menggambarkan Dewa Ganesha sedang menaiki seekor gajah. Ukiran ini tidak hanya menunjukkan keindahan seni, tetapi juga menyimpan makna mendalam yang erat kaitannya dengan budaya Cirebon. Motif mega mendung yang ada di atas kepala Ganesha adalah ciri khas yang tak bisa dilewatkan di Keraton Kasepuhan.

Di bagian akhir museum, sebelum keluar, kamu akan menemukan seperangkat alat Tedak Siti. Alat ini digunakan dalam Upacara Mudun Tanah, yang merupakan ritual bagi anak-anak usia tujuh bulan. Terbuat pada tahun 1899, Tedak Siti terdiri dari sangkar bambu, kursi, dan tangga kecil berundak lima, yang memperlihatkan betapa tradisi dan kebudayaan Cirebon tetap dijaga hingga kini.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#cirebon #keraton kasepuhan #museum #sejarah