JawaPos.com - Banyak makanan yang tampak segar namun sebenarnya sudah mulai membusuk. Faktor seperti suhu ruangan, perjalanan yang hangat, atau penyimpanan kulkas yang melebihi batas waktu dapat memicu kerusakan yang tidak disadari.
Menariknya, pembusukan tidak selalu diawali oleh bau menyengat atau jamur; kualitas dan keamanan makanan bisa menurun lebih dulu secara kasat mata.
Melansir dari laman Indiatimes, berikut enam jenis makanan yang paling cepat rusak dan basi.
Baca Juga: Waspada! 3 Makanan Ini Malah Picu Bakteri jika Disimpan di Kulkas Terlalu Lama
1. Potongan Buah
Sebuah apel utuh dapat disimpan dengan aman di atas meja selama beberapa hari. Namun, begitu dipotong, waktu penyimpanannya berubah.
Setelah buah dipotong, kulit pelindungnya hilang dan daging buah yang terbuka menjadi rentan terhadap oksigen, kehilangan kelembapan, dan bakteri dari tangan, pisau, serta talenan.
Itulah mengapa buah yang dipotong dapat berubah menjadi berlendir, cokelat, atau asam dengan sangat cepat.
Melon, mangga, dan nanas sangat sulit ditangani setelah dipotong.
2. Nasi
Nasi matang adalah salah satu risiko keamanan pangan yang paling diremehkan di banyak dapur.
Karena terlihat kering dan polos, orang sering berasumsi bahwa nasi bisa dibiarkan begitu saja tanpa banyak konsekuensi.
Padahal, nasi dapat mengandung bakteri yang bertahan hidup saat dimasak dan berkembang biak dengan cepat jika dibiarkan pada suhu ruangan terlalu lama.
Bahayanya bukan hanya rasa yang tidak enak. Nasi yang disimpan dengan tidak benar dapat menjadi tidak aman bahkan sebelum tercium bau tidak sedap.
Baca Juga: 4 Makanan Tinggi Vitamin E untuk Jaga Imun dan Kesehatan Jantung
3. Pasta Matang
Pasta memiliki reputasi serupa sebagai makanan yang kenyal, tetapi setelah dimasak, pasta menjadi jauh lebih rapuh.
Hidangan pasta krim dan hidangan dengan daging atau susu bahkan lebih cepat basi.
Kebiasaan yang paling aman adalah segera dinginkan sisa makanan dan jangan biarkan hidangan pasta tergeletak di atas meja selama berjam-jam.
4. Sayuran Hijau
Salad terlihat segar sampai akhirnya tidak lagi.
Sayuran hijau seperti bayam, selada, dan kangkung dapat layu, berlendir, atau mengeluarkan bau pahit dengan sangat cepat, terutama jika dicuci dan disimpan dengan tidak benar.
Karena sayuran ini menyimpan banyak air, bahkan sedikit air yang terperangkap di dalam wadah dapat mempercepat pembusukan.
5. Telur
Telur memiliki reputasi sebagai makanan yang tahan lama. Namun, masa simpannya sangat bergantung pada penyimpanan.
Telur segar tidak akan tetap segar selamanya dan telur yang dimasak bahkan lebih mudah rusak.
Masalah utamanya adalah telur menyerap bau dan rentan terhadap kontaminasi setelah retak atau dimasak.
Karton telur yang tampak baik-baik saja mungkin sudah melewati masa terbaiknya dan sisa hidangan telur dapat menjadi berisiko sebelum ada yang menyadarinya.
Baca Juga: Bisa Cegah Penyakit Kronis, Ini 5 Makanan Kaya Vitamin P yang Jarang Diketahui
6. Daging Olahan
Daging olahan sering disimpan di lemari es dengan rasa aman yang semu.
Kemasan dibuat agar terlihat rapi dan tahan lama, tetapi begitu dibuka, daging akan cepat busuk.
Kelembapan, penanganan, dan paparan udara berulang mempercepat proses pembusukan.
Editor : Candra Mega Sari