Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

12 Cara Menjaga Data Pribadi di Media Sosial agar Tetap Aman

Ayu Zahra Hazimah • Sabtu, 19 April 2025 | 18:00 WIB
Ilustrasi menjaga data pribadi di media sosial. (Freepik)
Ilustrasi menjaga data pribadi di media sosial. (Freepik)

JawaPos.com – Di era digital saat ini, media sosial menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Kita menggunakannya untuk berbagi cerita, terhubung dengan teman, bahkan membangun identitas profesional.

Namun, semakin banyak informasi yang dibagikan secara publik, semakin besar pula risiko kebocoran data pribadi. Oleh karena itu, penting bagi setiap pengguna untuk memahami cara menjaga privasi dan keamanan diri di dunia maya. Dilansir daria aura.com, berikut adalah beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan.

1. Jangan bagikan lokasi langsung atau rutinitas harian

Mengunggah foto saat sedang liburan memang menyenangkan, namun secara tidak langsung, Anda memberi tahu semua orang bahwa rumah sedang kosong. Sebaiknya simpan foto-foto tersebut dan bagikan setelah kembali. Hindari juga membagikan rutinitas harian, seperti jadwal olahraga pagi, karena bisa memberikan petunjuk waktu dan tempat yang dimanfaatkan oleh orang tak bertanggung jawab.

2. Jangan membagikan nomor identitas

Nomor identitas seperti KTP, SIM, paspor, atau nomor rekening bank sebaiknya tidak pernah dibagikan di media sosial. Informasi ini sangat mudah digunakan untuk pencurian identitas dan kejahatan lainnya. Meskipun Anda ingin membagikan momen penting, seperti mendapat SIM atau paspor pertama, pastikan semua informasi sensitif tertutup rapat sebelum diunggah.

3. Kurangi informasi di bagian "Tentang" profil Anda

Banyak platform media sosial menawarkan berbagai kolom untuk diisi dengan informasi pribadi. Namun, tidak semua kolom perlu dilengkapi. Semakin banyak data yang dibagikan, semakin besar jejak digital Anda. Informasi seperti tempat lahir, nama gadis ibu, atau tempat kerja bisa membantu peretas menebak jawaban dari pertanyaan keamanan akun Anda.

4. Hanya terima permintaan pertemanan dari orang yang dikenal

Walaupun terdengar klise, prinsip ini tetap penting. Jika Anda ingin membangun persona publik, buat akun terpisah yang bersifat profesional. Akun pribadi sebaiknya hanya diikuti oleh orang yang benar-benar dikenal. Akun palsu bisa digunakan untuk menipu, mengakses data pribadi, hingga menyebarkan malware atau melakukan pemerasan.

5. Buat kata sandi yang kuat dan unik

Kata sandi adalah pertahanan pertama akun Anda dari serangan peretas. Gunakan kombinasi huruf besar, kecil, angka, dan simbol dengan panjang minimal 12 karakter. Hindari penggunaan informasi pribadi seperti tanggal lahir. Setiap akun harus memiliki kata sandi yang berbeda — jika satu bocor, akun lain tetap aman. Gunakan pengelola kata sandi jika sulit mengingat semuanya.

Baca Juga: Virgil Van Dijk Teken Kontrak Baru di Liverpool, Arne Slot Tak Bisa Sembunyikan Rasa Senangnya

6. Gunakan autentikasi dua faktor (hindari SMS)

Autentikasi dua faktor menambahkan lapisan keamanan ekstra dengan meminta kode verifikasi, biasanya dari aplikasi seperti Google Authenticator. Ini membuat akun lebih sulit dibobol karena memerlukan dua komponen: kata sandi dan akses fisik ke perangkat Anda. Hindari penggunaan SMS karena lebih rentan terhadap penyadapan.

7. Periksa dan atur ulang pengaturan privasi akun

Banyak orang tidak pernah menyentuh pengaturan privasi sejak pertama kali membuat akun. Luangkan waktu untuk memeriksa apa saja yang bisa dilihat oleh publik, teman, atau bahkan teman dari teman. Jangan lupa juga untuk mengatur visibilitas aktivitas Anda di situs pihak ketiga yang terhubung ke media sosial Anda.

8. Logout dari perangkat yang tidak dikenal

Sebagian besar platform memungkinkan Anda melihat sesi login aktif. Periksa secara berkala dan keluar dari perangkat yang tidak dikenali. Ini bisa mencegah orang lain yang pernah menggunakan perangkat Anda tetap memiliki akses tanpa sepengetahuan Anda. Meskipun merepotkan, login ulang adalah harga kecil untuk keamanan.

9. Waspadai lingkungan saat mengakses media sosial di tempat umum

Ketika membuka akun di tempat umum seperti kafe atau bandara, selalu waspada terhadap ‘shoulder surfing’ atau seseorang yang mengintip layar Anda. Selain itu, hindari menggunakan Wi-Fi publik tanpa perlindungan. Gunakan jaringan pribadi dari ponsel atau aktifkan VPN untuk menjaga koneksi tetap aman.

10. Perhatikan email peringatan keamanan

Email dari media sosial sering memberi tahu jika ada aktivitas mencurigakan, seperti login dari perangkat baru. Jangan abaikan email ini. Namun, hati-hati juga terhadap email phishing yang meniru notifikasi resmi. Selalu periksa alamat email pengirim dan, jika ragu, langsung buka situs resmi untuk memverifikasi.

11. Hapus akun media sosial yang sudah tidak digunakan

Akun lama yang sudah tidak aktif tetap menjadi celah keamanan. Jika Anda tidak lagi menggunakan suatu platform, pertimbangkan untuk menghapus akun tersebut. Jika ingin tetap menyimpannya, pastikan keamanannya tetap terjaga dengan kata sandi kuat dan autentikasi dua faktor.

12. Jangan abaikan update software

Pembaruan sistem dan aplikasi sering kali berisi perbaikan terhadap celah keamanan. Selalu instal update terbaru untuk sistem operasi, browser, dan aplikasi media sosial Anda. Tambahan perlindungan seperti antivirus dan anti-malware juga bisa membantu menjaga perangkat dari ancaman digital. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#keamanan #privasi #data pribadi #informasi #media sosial