JawaPos.com – Bekerja dengan satwa liar adalah pilihan karier yang menarik bagi mereka yang memiliki minat dalam konservasi dan perlindungan hewan. Berbagai profesi di bidang ini menawarkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan satwa, melakukan penelitian, serta berkontribusi dalam upaya pelestarian alam.
Beberapa pekerjaan memerlukan pendidikan formal seperti gelar di bidang biologi atau zoologi, sementara yang lain dapat dimulai melalui pelatihan dan pengalaman lapangan. Dilansir dari ifaw.org, berikut adalah beberapa pilihan karier yang berhubungan dengan satwa liar beserta deskripsi tugas dan persyaratannya.
1. Dokter Hewan
Dokter hewan bertugas merawat hewan dalam pemeriksaan rutin maupun darurat serta menjaga kesehatan masyarakat melalui perawatan hewan. Mereka menangani berbagai kondisi medis pada hewan peliharaan, ternak, dan satwa liar. Sebagian besar bekerja di praktik pribadi, baik untuk hewan kecil seperti kucing dan anjing, maupun hewan besar seperti sapi dan kuda. Ada juga dokter hewan satwa liar yang menangani hewan dalam tahap penyelamatan dan rehabilitasi.
Untuk menjadi dokter hewan, diperlukan gelar Doctor of Veterinary Medicine (DVM, VMD, atau setara) dari universitas terakreditasi. Sebelumnya, umumnya diperlukan gelar sarjana di bidang terkait seperti biologi atau zoologi. Selain dokter hewan, profesi lain di bidang veteriner meliputi teknisi veteriner, asisten veteriner, perawat hewan, serta spesialisasi seperti ahli gizi hewan dan ahli bedah veteriner.
2. Ahli Biologi Satwa Liar atau Zoolog
Ahli biologi satwa liar meneliti hewan dan interaksinya dengan ekosistem, termasuk dampak aktivitas manusia terhadap habitat mereka. Mereka dapat melakukan penelitian, mengajar, serta menerbitkan makalah ilmiah. Banyak yang fokus pada spesies tertentu, seperti gajah atau harimau, untuk memahami populasi dan pola hidupnya.
Zoolog memiliki peran serupa tetapi lebih berfokus pada jenis hewan tertentu, seperti burung atau primata. Untuk berkarir di bidang ini, diperlukan gelar sarjana dalam biologi, zoologi, atau biologi satwa liar. Jika ingin terlibat dalam penelitian mendalam atau mengajar, seseorang perlu menempuh pendidikan magister atau doktoral.
3. Konservasionis Satwa Liar
Konservasionis satwa liar bekerja untuk melindungi spesies yang rentan terhadap kepunahan melalui penelitian, advokasi kebijakan, dan pengelolaan habitat. Mereka dapat terlibat dalam penelitian lapangan, laboratorium, atau bekerja dengan organisasi konservasi untuk mengembangkan strategi perlindungan.
Biasanya, profesi ini memerlukan gelar sarjana di bidang biologi, biologi satwa liar, atau zoologi. Gelar magister dalam ekologi atau konservasi dapat menjadi nilai tambah. Pengalaman dalam penelitian, kerja lapangan, atau keterlibatan dalam program konservasi juga sangat membantu.
4. Petugas Konservasi
Petugas konservasi bertugas melindungi satwa liar dan lingkungan dengan menegakkan hukum, mengawasi area konservasi, serta menindak pelanggaran lingkungan. Mereka juga melakukan patroli, investigasi, serta edukasi masyarakat terkait perlindungan alam.
Untuk menjadi petugas konservasi, umumnya diperlukan kelulusan ujian seleksi dan gelar sarjana di bidang terkait. Beberapa posisi hanya memerlukan diploma. Pekerjaan ini membutuhkan pemahaman tentang hukum lingkungan serta keterampilan investigasi dan pengawasan wilayah konservasi.
5. Rehabilitator Satwa Liar
Rehabilitator satwa liar merawat hewan yang sakit atau terluka dengan tujuan melepaskannya kembali ke alam liar. Mereka bekerja sama dengan dokter hewan untuk menangani cedera serta memastikan hewan mendapatkan perawatan yang sesuai hingga siap untuk dilepaskan.
Profesi ini memerlukan izin khusus karena rehabilitasi satwa liar diatur oleh hukum di banyak negara. Pengalaman di pusat rehabilitasi serta latar belakang dalam biologi, ekologi, atau kedokteran hewan sangat membantu dalam pekerjaan ini.
6. Penjaga Satwa Liar (Wildlife Ranger)
Penjaga satwa liar bertugas melindungi taman nasional, cagar alam, dan kawasan konservasi lainnya. Mereka memantau populasi satwa liar, mencegah perburuan ilegal, serta menangani konflik antara manusia dan hewan. Pekerjaan ini sering kali menuntut fisik dan membutuhkan waktu kerja yang panjang di lapangan.
Persyaratan untuk menjadi ranger bervariasi tergantung wilayah. Di beberapa negara, diperlukan gelar sarjana di bidang zoologi atau konservasi, sementara di tempat lain cukup dengan pelatihan khusus. Keterampilan navigasi, komunikasi, dan pemahaman hukum lingkungan sangat dibutuhkan dalam profesi ini.
7. Ahli Biologi Kelautan
Ahli biologi kelautan meneliti kehidupan laut, termasuk hewan, tumbuhan, serta ekosistem samudra. Mereka bisa bekerja di lapangan dengan menyelam untuk mengamati organisme laut atau di laboratorium untuk menganalisis sampel dan data penelitian.
Untuk menjadi ahli biologi kelautan, diperlukan setidaknya gelar sarjana di bidang biologi kelautan atau bidang terkait. Posisi yang lebih tinggi, seperti dosen atau peneliti senior, biasanya memerlukan gelar magister atau doktoral.
8. Penjaga Kebun Binatang (Zookeeper)
Penjaga kebun binatang bertanggung jawab atas perawatan sehari-hari hewan di kebun binatang, termasuk memberi makan, membersihkan kandang, dan memantau kesehatan hewan. Mereka juga berperan dalam edukasi pengunjung tentang satwa dan konservasi.
Sebagian besar penjaga kebun binatang memiliki gelar sarjana di bidang biologi atau zoologi. Pengalaman magang atau kerja langsung dengan hewan sangat membantu dalam mendapatkan posisi ini. Pekerjaan ini menuntut fisik dan memerlukan dedikasi tinggi dalam merawat hewan. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah