JawaPos.com - Takut adalah sifat yang Allah tanamkan dalam jiwa manusia sebagai bagian dari fitrah. Ketakutan yang wajar berada dalam keseimbangan. Seperti dalam Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah ayat 143, Allah menjadikan umat Islam sebagai umat yang berada di tengah-tengah (wasathiyah), termasuk dalam hal emosi seperti ketakutan dan kecemasan.
Dilansir dari YouTube Adi Hidayat Official, ada ketakutan yang wajar, seperti rasa gelisah ketika anak pulang terlambat atau saat melihat awan gelap pertanda hujan deras. Namun, ada juga ketakutan yang meningkat ke tingkat yang lebih tinggi. Jika ketakutan itu dikelola dengan baik, misalnya dengan meningkatkan ibadah seperti berzikir dan berdoa, maka ia menjadi bentuk takut yang positif.
Takut yang positif membuat seseorang selalu berada dalam perlindungan Allah dan berhati-hati dalam bertindak, misalnya dalam berbicara atau bersikap agar tidak menyakiti orang lain. Sebaliknya, jika ketakutan berkembang secara berlebihan dan tidak terkendali, maka bisa menjadi was-was yang berasal dari setan. Hal ini menyebabkan seseorang mudah gelisah dan cemas tanpa alasan yang jelas.
Dalam Islam, ada doa-doa yang dapat dibaca untuk mengatasi rasa takut yang berlebihan, seperti:
Baca Juga: Tekanan Darah Stabil saat Puasa dengan Konsumsi 15 Makanan Ini, Apa Saja Ya?
1. Memohon Perlindungan dari Was-Was Setan
"Rabbī inni a‘ūdzu bika min hamazātis syayāṭīn wa a‘ūdzu bika rabbi ayyahdurūn."
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan setan, dan aku berlindung kepada-Mu agar mereka tidak mendekatiku."
2. Membaca Ayat Al-Qur'an, Berdzikir, atau Mmelaksanakan Sholat Dua Rakaat
3. Membaca Doa Ketenangan Hati
"Allahumma ātī nafsī taqwāhā, wa zakkihā anta khairu man zakkāhā, anta waliyyuhā wa mawlāhā."
Artinya: "Ya Allah, berikan ketakwaan kepada jiwaku dan sucikanlah ia, karena Engkaulah sebaik-baik yang mensucikannya. Engkaulah pelindung dan penolongnya."
4. Baca Doa Nabi Musa ketikaa Menghadapi Situasi Besar yang Membuat Gelisah
"Rabbishrah lī ṣadrī, wa yassir lī amrī, wahlul ‘uqdatan min lisānī, yafqahū qawlī."
Artinya: Ya Allah, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka memahami ucapanku.
Baca Juga: BNPB Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Risiko Banjir dan Longsor
Bagaimana Menanamkan Rasa Takut Anak kepada Allah?
Menurut Ustaz Adi Hidayat, anak lahir dalam keadaan fitrah yang bersih. Namun, lingkungan sangat mempengaruhi perkembangan mereka. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran besar dalam membentuk ketaqwaan anak. Berikut adalah beberapa langkah untuk menanamkan rasa takut aank kepada Allah dengan cara yang positif:
1. Memberikan Teladan yang Baik
Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Jika orang tua rajin sholat berjamaah, membaca Al-Qur'an, dan melakukan kebaikan, anak akan mengikuti kebiasaan tersebut.
2. Menciptakan Lingkungan Islami
Seperti yang dijelaskan dalam kisah keluarga Imran dalam Al-Qur'an (Ali 'Imran: 35-37), anak yang tumbuh di lingkungan yang baik akan lebih dekat dengan Allah. Orang tua bisa membangun lingkungan islami dengan memberikan pendidikan agama, memilih guru yang baik, dan menciptakan suasana rumah yang mendukung ketakwaan.
3. Mengajarkan Bahwa Allah Selalu Mengawasi
Ajarkan anak bahwa Allah selalu melihat perbuatan mereka, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Kisah-kisah dari Al-Qur'an dan hadits bisa dijadikan contoh bagaimana Allah mengawasi dan memberikan balasan atas perbuatan manusia.
Baca Juga: Manchester United Bersiap Hadapi Arsenal di Old Trafford, Amorim Waspadai Kebugaran Tim
4. Mengajarkan Doa dan Zikir Sejak Dini
Biasakan anak membaca doa sebelum tidur, doa sebelum makan, serta dzikir setelah sholat. Dengan begitu, mereka akan lebih dekat dengan Allah dan lebih sadar akan keberadaan-Nya.
5. Menjelaskan dengan Cara yang Menyenangkan
Hindari menakut-nakuti anak dengan hal yang bersifat menyeramkan seperti setan. Sebaliknya, ajarkan mereka bahwa Allah Maha Penyayang dan akan selalu menjaga mereka jika mereka berbuat baik.
Dengan membentuk lingkungan yang baik, memberi teladan, serta mengajarkan nilai-nilai Islam dengan cara yang menyenangkan, anak-anak akan tumbuh dengan pemahaman yang benar tentang takut kepada Allah, bukan karena rasa takut yang negatif, tetapi sebagai bentuk ketakwaan yang mendekatkan mereka kepada-Nya.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah