Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

6 Sinyal Aneh yang Dikirim Tubuh saat Anda Sangat Stres, Salah Satunya Kabut Otak

Siti Nur Qasanah • Kamis, 20 Februari 2025 | 16:40 WIB
Ilustrasi orang yang sedang stres. (Peggy und Marco Lachmann-Anke/Pixabay)
Ilustrasi orang yang sedang stres. (Peggy und Marco Lachmann-Anke/Pixabay)

JawaPos.com - Saat stres melanda, pikiran mungkin terasa kacau, tetapi tahukah Anda bahwa tubuh juga ikut memberikan tanda-tanda peringatan? Stres yang berlebihan tidak hanya memengaruhi emosi, tetapi juga bisa menyebabkan reaksi fisik yang tak terduga. Beberapa di antaranya bahkan mungkin terlihat aneh dan sulit dikaitkan langsung dengan tekanan mental yang sedang Anda alami.

Mulai dari mengatupkan rahang hingga sakit kepala, dilansir dari idiva.com, berikut adalah tujuh sinyal tak biasa yang dikirim tubuh saat Anda berada di bawah tekanan ekstrem. Jangan abaikan! Bisa jadi ini adalah cara tubuh meminta Anda untuk beristirahat dan lebih memperhatikan kesehatan mental.

1. Mengatupkan Rahang

Menurut banyak peneliti, orang yang berjuang melawan stres kronis cenderung mengatupkan rahang dan menggertakkan gigi lebih sering daripada orang kebanyakan. Kondisi ini disebut bruxism dan dapat terjadi pada malam hari maupun siang hari.

Orang yang secara tidak sadar mengatupkan otot rahangnya juga dapat mengalami sakit kepala, rasa tidak nyaman pada rahang, dan ketegangan akibat stres kronis.

2. Sakit Perut

Stres sering kali membuat otot-otot pencernaan memasuki mode "lawan atau lari", yang dapat memicu sakit perut. Jika dibiarkan, kecemasan dan tekanan dalam aktivitas sehari-hari dapat memperparah gangguan pencernaan, membuat Anda harus menghadapi ketidaknyamanan fisik sekaligus tekanan mental.

3. Sesak Napas

Respons tubuh "lawan atau lari", yang dipicu oleh stres dan kecemasan, meningkatkan detak jantung , pernapasan, dan sesak napas.

Gejala ini terkait dengan momen-momen kecemasan yang aneh seperti serangan panik atau luapan emosi. Jadi, mengalami sesak napas juga bisa menjadi efek samping dari stres kronis yang belum teratasi.

4. Kabut Otak

Kabut otak berarti merasa sulit untuk fokus dan diliputi rasa lelah dan letih yang tidak dapat dijelaskan. Kabut otak biasanya merupakan akibat dari tingkat stres yang tinggi.

Baca Juga: Tips Atasi Rasa Jenuh karena Rutinitas yang Monoton, Coba 4 Cara Ini agar Hidup Lebih Berwarna

Dengan membebani diri dengan pekerjaan, mengabaikan batasan keseimbangan kerja dan kehidupan, atau gagal memprioritaskan istirahat, perawatan diri, serta waktu untuk memulihkan energi, Anda secara tidak realistis menekan otak, membuatnya semakin sulit untuk benar-benar bersantai.

5. Fluktuasi Berat Badan

Stres dapat menyebabkan perubahan berat badan yang drastis, baik naik maupun turun, tergantung pada pemicunya dan kebiasaan gaya hidup. Banyak orang mengandalkan makanan manis dan comfort food sebagai pelarian dari stres, karena makanan tersebut memberikan kelegaan sementara dan meningkatkan suasana hati.

Untuk mengatasi stres yang terus berulang, banyak orang cenderung mengulangi kebiasaan ini, mencari kenyamanan melalui konsumsi makanan serupa. Selain itu, perubahan berat badan juga dipengaruhi oleh kesulitan dalam mempertahankan pola makan sehat dan rutin berolahraga akibat padatnya aktivitas sehari-hari.

6. Sakit Kepala atau Pusing

Merasa pusing dan kehilangan keseimbangan adalah gejala lain dari stres dan kecemasan yang tidak terkendali. Faktanya, banyak penelitian mengatakan bahwa stres memengaruhi sistem vestibular, pusat keseimbangan telinga bagian dalam, yang dapat menyebabkan pusing.

Stres dan kecemasan juga dikenal sebagai pemicu sakit kepala, khususnya sakit kepala tegang. Saat tubuh Anda dalam mode melawan atau lari, otot-otot Anda, termasuk otot di leher dan kulit kepala, dapat menegang, yang menyebabkan tekanan dan nyeri di sekitar kepala Anda.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#tubuh #tanda #sinyal #Tekanan #kesehatan mental #stres