Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

7 Kalimat yang Bisa Melukai Hati Anak tapi Orang Tua Sering Tak Sadar Mengucapkannya

Arsyad Dena Mukhtarom • Jumat, 14 Februari 2025 | 07:00 WIB

Ilustrasi orang tua yang marah kepada anaknya
Ilustrasi orang tua yang marah kepada anaknya
JawaPos.com - Sebagai orang tua, seringkali tidak menyadari bahwa kata-kata yang terucap bisa meninggalkan bekas mendalam pada anak. Meski niatnya baik, beberapa kalimat justru bisa membuat anak merasa tidak dihargai atau bahkan tidak dicintai.

Dilansir dari laman Geediting.com pada Kamis (13/02), psikologi mengungkap bahwa komentar-komentar yang terkesan sepele ini bisa memengaruhi perkembangan emosional anak dalam jangka panjang. Apa saja kalimat yang perlu dihindari? Simak daftarnya berikut ini.

1. "Kamu Terlalu Sensitif"

Anak-anak merasakan emosi dengan sangat intens. Saat kita meremehkan perasaan mereka dengan kalimat seperti "Kamu terlalu sensitif," kita secara tidak langsung memberi pesan bahwa emosi mereka tidak penting.

Alih-alih membantu, hal ini bisa membuat anak ragu dengan perasaannya sendiri. Lama-kelamaan, mereka mungkin memilih untuk menekan emosi daripada mengungkapkannya. Coba ganti dengan, "Mama/papa lihat kamu sedih. Mau cerita?" Ini membuat anak merasa didengar sekaligus belajar mengelola emosi dengan sehat.

2. "Kenapa Kamu Tidak Bisa Seperti Kakak/Adikmu?"

Membandingkan anak dengan saudaranya adalah salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan. Kalimat seperti "Kenapa kamu tidak bisa seperti kakakmu?" tidak memotivasi, melainkan membuat anak merasa tidak cukup baik.

Setiap anak memiliki keunikan dan kelebihan masing-masing. Daripada membandingkan, lebih baik fokus pada kekuatan mereka. Misalnya, "Mama/papa suka caramu menggambar, sangat kreatif!" Kalimat ini membangun kepercayaan diri dan menghindari persaingan tidak sehat antar saudara.

Anak-anak sangat ingin mendapatkan persetujuan dari orang tua. Saat mendengar "Mama/papa kecewa padamu," mereka bisa merasa gagal secara keseluruhan, bukan hanya karena kesalahan yang dilakukan.

Hal ini bisa memicu rasa bersalah berlebihan dan ketakutan untuk mencoba hal baru. Sebaiknya, arahkan percakapan ke solusi. Contoh: "Itu bukan pilihan terbaik, tapi kita bisa cari cara agar lain kali lebih baik." Dengan begitu, anak belajar dari kesalahan tanpa merasa dihakimi.

4. "Sudah, Jangan Nangis. Itu Masalah Kecil"

Bagi orang dewasa, mainan rusak atau kalah lomba mungkin terlihat sepele. Tapi bagi anak, itu bisa terasa seperti akhir dunia. Saat kita bilang "Sudah, jangan nangis. Itu masalah kecil," kita mengabaikan perasaan mereka.

Validasi emosi anak sangat penting untuk perkembangan kecerdasan emosionalnya. Coba ganti dengan, "Mama/papa lihat kamu sedih. Mau cerita kenapa?" Ini membantu anak merasa dipahami sekaligus belajar mengungkapkan perasaannya.

5. "Kamu Selalu Mengacaukan Segalanya"

Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Tapi saat anak mendengar "Kamu selalu mengacaukan segalanya," mereka bisa merasa tidak mampu melakukan sesuatu dengan benar.

Kalimat ini bisa membuat anak takut mencoba hal baru karena khawatir gagal. Sebaiknya, fokus pada usaha dan pembelajaran. Misalnya, "Hasilnya belum sempurna, tapi kita bisa coba cara lain lain kali." Ini membangun kepercayaan diri dan ketahanan mental anak.

6. "Karena Mama/Papa Bilang Begitu"

Kalimat ini mungkin efektif menghentikan debat, tapi tidak membantu anak memahami alasan di balik aturan. Saat anak hanya diminta patuh tanpa penjelasan, mereka kehilangan kesempatan untuk belajar berpikir kritis.

Coba jelaskan alasan sederhana. Contoh: "Kamu harus tidur jam 8 karena tubuhmu butuh istirahat agar besok bisa bermain dengan semangat." Dengan begitu, anak tidak hanya patuh, tapi juga memahami pentingnya aturan tersebut.

7. "Mama/Papa Berharap Kamu Seperti…"

Mendengar "Mama/papa berharap kamu seperti…" bisa membuat anak merasa tidak cukup baik. Mereka mungkin mulai percaya bahwa cinta dan penerimaan orang tua bergantung pada siapa mereka, bukan bagaimana mereka.

Setiap anak layak merasa dihargai apa adanya. Daripada membandingkan, lebih baik katakan, "Mama/papa bangga sama kamu, apa pun yang terjadi." Ini memberi anak rasa aman dan kepercayaan diri untuk tumbuh menjadi diri mereka sendiri.

Editor : Candra Mega Sari
#menyakiti hati #kalimat #orang tua #anak