Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Ingin Disukai Banyak Orang? Terapkan 6 Perilaku Memesona Ini untuk Meningkatkan Derajat Sosial dalam Sekejap

Aunur Rahman • Kamis, 13 Februari 2025 | 07:00 WIB

Ilustrasi orang dengan perilaku menawan yang disukai banyak orang
Ilustrasi orang dengan perilaku menawan yang disukai banyak orang
JawaPos.com - Memiliki derajat sosial yang baik tentu menjadi impian setiap orang lantaran bisa membuka jalan untuk relasi yang luas dan kesempatan emas. Satu di antara cara untuk meningkatkan derajat sosial adalah dengan perilaku memesona.

Perilaku memesona bukan berarti menjadi orang lain atau bersikap dibuat-buat. Perilaku ini adalah pancaran diri yang autentik dan disukai banyak orang. Dengan perilaku memesona, orang lain akan merasa nyaman dan tertarik untuk berinteraksi dengan Anda.

Melansir dari laman yourtango.com pada Rabu (12/2), Sira Mas, seorang kreator konten dan pelatih yang berkontribusi di berbagai media ternama berbagi tips dan triknya.

1. Perlakukan Orang Lain seperti Teman Lama

Orang-orang yang kita sukai sering kali adalah mereka yang memperlakukan kita seperti teman lama, meskipun mereka tidak mengenal kita dengan baik atau setidaknya belum yang membuat kita merasa nyaman di sekitar mereka. Energi ini dapat diringkas menjadi beberapa hal. Hal-hal tersebut adalah: menggunakan beberapa pembuka percakapan spontan misalnya: "Apakah ini pertama kalinya Anda ke sini?" "Bagaimana minuman Anda?" mengajukan pertanyaan lanjutan yang bagus, menggunakan bahasa tubuh yang terbuka, dan menunjukkan minat yang tulus kepada orang lain.

2. Memiliki Ketertarikan yang Tulus terhadap Orang Lain

Orang yang menyenangkan memiliki minat yang tulus untuk mengenal orang lain. Kebiasaan ini hampir tidak disadari dan berakar pada keyakinan mendasar bahwa setiap orang memiliki kisah unik yang layak didengar, ide untuk dibagikan, atau pengalaman yang dapat mereka pelajari.

Saat berinteraksi, kontak mata adalah bentuk perhatian yang sangat dihargai. Kontak mata menunjukkan bahwa Anda fokus pada lawan bicara dan tertarik dengan perkataan mereka. Namun, pastikan kontak mata dilakukan dengan sopan dan tidak berlebihan agar tidak membuat orang lain risih.

Rasa ingin tahu secara signifikan meningkatkan keterampilan sosial dengan memungkinkan individu mendengarkan secara aktif, terlibat secara mendalam dalam percakapan, menunjukkan minat yang tulus kepada orang lain, dan membangun koneksi yang lebih kuat.

Penelitian tahun 2024 menemukan bahwa keinginan untuk mempelajari lebih lanjut tentang orang-orang dan perspektif mereka membuat mereka tampak lebih mudah didekati dan mahir bersosialisasi, sebuah fenomena yang sering disebut sebagai keingintahuan interpersonal.

3. Akhiri Percakapan secara Anggun

Mengakhiri percakapan bisa jadi canggung bagi banyak orang, tetapi orang-orang seperti Marta tahu cara mengakhiri percakapan dengan anggun. Mereka dapat mengakhiri percakapan dengan membuat Anda merasa dihargai dan dihormati, alih-alih memotong pembicaraan saat Anda berbicara dengan mereka.

4. Pahami 'Kehadiran dalam Keheningan'

Kehadiran dalam keheningan adalah seni halus yang tampaknya dapat dikuasai sebagian orang dengan mudah. Ini tentang memahami nilai dari momen hening bukan sebagai jeda yang canggung, tetapi sebagai ruang bersama untuk refleksi dan hubungan yang lebih dalam.

Sebuah studi tahun 2024 menyoroti bahwa jeda dalam percakapan dapat menandakan perhatian, mendorong elaborasi dari pembicara, dan memfasilitasi pengambilan giliran yang penuh empati, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas interaksi interpersonal.

Menjadi pendengar yang baik merupakan perilaku paling memesona. Dengarkan dengan saksama, berikan respons yang relevan, dan tunjukkan empati pada cerita lawan bicara. Dengan mendengarkan aktif, Anda membangun koneksi yang lebih dalam dan bermakna.

5. Salurkan Sikap Positif karena Itu Menular

Penelitian dari Universitas Harvard menunjukkan bahwa kepositifan itu menular. Ini berarti bahwa kebahagiaan dan emosi positif dapat menyebar melalui jaringan sosial, memengaruhi orang-orang bahkan hingga tiga derajat pemisahan, seperti penularan penyakit. Jika seseorang yang dekat dengan Anda bahagia, itu juga meningkatkan kemungkinan Anda untuk merasa bahagia.

Teori perluasan dan pengembangan Barbara Fredrickson menjelaskan bagaimana emosi positif memperluas repertoar pikiran-tindakan sesaat kita. Hal ini mengarah pada peningkatan keterlibatan sosial, kreativitas, dan pengembangan sumber daya, yang dapat meningkatkan keterampilan sosial dari waktu ke waktu. Emosi positif juga menghasilkan perkembangan.

6. Berlatihlah Disiplin dengan Sharing Secukupnya

Beberapa orang tahu cara menemukan keseimbangan antara keterbukaan dan kerahasiaan. Mereka berbagi cukup banyak tentang diri mereka sendiri untuk menciptakan keintiman, tetapi tidak terlalu banyak sehingga menjadi berlebihan atau mementingkan diri sendiri.

Namun, dia tidak pernah membahas kehidupan pribadinya secara mendetail, hanya berfokus pada hal-hal yang bersifat profesional, dengan sentuhan pribadi yang cukup untuk membuat orang lain merasa dekat.

Pada akhirnya, bersikap menyenangkan bukanlah ilmu roket ini tentang menjadi orang yang mudah diajak bicara, yang mau mendengarkan dengan baik, dan yang tahu kapan harus mundur atau berbagi cerita yang tepat pada waktu yang tepat.

Dan masalahnya adalah, kita semua dapat mempelajari dan mempraktikkan kebiasaan ini. Ini bukan tentang berpura-pura, ini tentang menunjukkan diri kita apa adanya dan peduli terhadap orang yang bersama kita.

Editor : Candra Mega Sari
#disukai banyak orang #perilaku memesona #perilaku menawan #perilaku #derajat sosial