Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Ketahui 5 Perbedaan Parenting Anak Orang Kaya dan Orang Miskin, Apakah Anda Merasa Relate?

Cindy Melania Fitriani • Kamis, 30 Januari 2025 | 13:00 WIB

lustrasi perbedaan anak orang kaya (atas) dan anak orang miskin (bawah). (Pixabay)
lustrasi perbedaan anak orang kaya (atas) dan anak orang miskin (bawah). (Pixabay)

JawaPos.com - Tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam pola asuh antara orang tua kaya dan orang tua miskin dalam mendidik anak-anak mereka.

Perbedaan pola asuh atau parenting yang mencolok inilah yang menyebabkan anak-anak yang lahir dari keluarga miskin memiliki perkembangan yang berbeda dibandingkan dengan anak-anak dari keluarga kaya.

Dilansir dari Psychology Today pada Rabu (29/1), berikut adalah lima perbedaan pola parenting antara anak yang lahir di keluarga kaya dan anak yang lahir di keluarga miskin. Yuk, simak perbedaannya!

1. Tata Krama atau Basic Manners

Anak yang lahir dari orang tua kaya cenderung lebih terdidik dalam hal sopan santun. Keluarga kaya sangat memperhatikan tata krama, sehingga mereka mengajarkan sejak dini pentingnya menghormati orang yang lebih tua dan menghargai teman sebaya.

Sebaliknya, anak-anak yang terlahir dari keluarga miskin sering kali tidak mendapatkan pendidikan tentang basic manners sejak kecil. Hal ini disebabkan oleh kesibukan orang tua mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bagi keluarga miskin, yang terpenting adalah bisa makan tiga kali sehari, dan sopan santun sering kali tidak menjadi prioritas utama.

Meskipun anak-anak mereka sering membuat keributan di tempat umum atau masuk ke kamar orang lain tanpa izin saat bertamu, hal tersebut biasanya tidak dianggap masalah oleh orang tua miskin.

Bagi mereka, yang terpenting adalah kebahagiaan anak dan kebebasan untuk melakukan apa saja sesuai keinginan. Ketidaknyamanan orang lain sering kali tidak dipedulikan, asalkan anak mereka merasa bahagia.

"Namanya juga masih anak kecil" adalah kalimat yang sering diucapkan oleh orang tua miskin untuk menjelaskan dan meminta orang lain memaklumi sifat anak mereka yang kurang memperhatikan sopan santun.

2. Three Magic Words 

Selain mengerti sopan santun, anak orang kaya juga dibiasakan untuk mengucapkan three magic words yakni maaf, tolong, dan terima kasih.

Sedangkan anak yang terlahir miskin biasanya tidak diajarkan three magic words karena orang tua mereka fokus untuk mengajarkan hidup irit sejak dini.

Baca Juga: Atasi Jerawat Punggung dengan Mudah: 7 Cara Ampuh yang Bisa Anda Lakukan di Rumah

3.  Appearance atau Penampilan

Perbedaan penampilan antara anak dari keluarga kaya dan keluarga miskin memang sangat mencolok.

Anak dari keluarga kaya biasanya tampil dengan pakaian yang rapi dan necis, wangi parfum mahal dan bedak bayi, serta kulit yang bersih dengan pipi kemerahan yang menggemaskan setiap hari.

Sebaliknya, anak-anak dari keluarga miskin sering kali memakai pakaian lusuh yang telah dicuci berulang kali, dengan bau matahari yang tercium dan wajah kotor akibat polusi.

Hal ini wajar terjadi dalam lingkungan keluarga miskin, karena orang tua mereka tidak memiliki cukup dana untuk membeli pakaian baru atau merawat anak dengan perawatan yang lebih. Apalagi, orang tua miskin sering kali sangat sibuk bekerja dari pagi hingga malam hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, sehingga sulit untuk memberi perhatian ekstra pada penampilan anak-anak mereka.

4. Tingkat Inteligensi

Anak orang kaya akan diberikan fasilitas pendidikan swasta mahal yang sangat bagus untuk membantu meningkatkan inteligensi mereka.

Baca Juga: Menurut Psikologi, Inilah 9 Kebiasaan yang Dilakukan Orang dengan Disiplin Tinggi Sebelum Jam 8 Pagi

Tambahan lagi, les renang setiap sore untuk mengasah motorik mereka, belum lagi les bahasa asing, dan hobi mahal seperti berkuda atau yang lainnya sesuai bidang yang mereka minati untuk mendorong kesuksesan mereka di masa depan.

Sedangkan anak yang terlahir dari orang tua miskin harus puas dan bersyukur asal dapat bersekolah di mana saja tanpa mempedulikan kualitas pendidikan yang mereka miliki. Karena yang paling penting bagi mereka adalah anak dapat mengenyam bangku pendidikan dan tidak buta huruf. 

5. Cara Berbicara 

Cara berbicara anak dari keluarga kaya biasanya lebih terstruktur, karena mereka mendapatkan pendidikan yang baik dan sering diajak untuk mengikuti metode pendidikan seperti Montessori setiap hari.

Sebaliknya, anak-anak dari keluarga miskin cenderung berbicara dengan kurang jelas dan sulit dipahami karena jarang diajak berdiskusi di rumah. Orang tua mereka biasanya terlalu lelah bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Namun, bagi anak-anak yang terlahir dari keluarga miskin, jangan pernah merasa rendah diri atau berkecil hati. Meskipun tumbuh dalam kondisi yang tidak ideal, kalian tetap memiliki kesempatan untuk berkembang dan sukses dengan cara kalian sendiri.

Baca Juga: Sering Migrain? Ini 15 Cara Alami yang Bisa Membantu Meredakan Gejalanya

Jangan malas untuk belajar, karena pendidikan adalah jembatan untuk keluar dari kemiskinan struktural yang mungkin sudah kalian alami.

Bagi anak-anak yang terlahir dari keluarga kaya, manfaatkanlah privilege yang kalian dapatkan dengan sebaik-baiknya. Ikutilah nasihat orang tua yang tentunya akan memberikan dampak positif pada masa depan kalian.

Baik terlahir dari keluarga kaya atau miskin, pasti ada hikmah yang ingin Tuhan tunjukkan melalui perjalanan hidup kalian. Jadi, teruslah berusaha yang terbaik. Semangat!

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#orang tua kaya #keluarga miskin #parenting #orang tua miskin #pola asuh #keluarga kaya