JawaPos.com - Migrain bukanlah sakit kepala biasa. Rasa sakit yang hebat, mual, dan sensitivitas terhadap cahaya serta suara sering kali menjadi ciri-ciri serangan migrain. Ketika migrain datang, aktivitas sehari-hari, seperti bekerja atau bersekolah, bisa terganggu.
Namun, ada berbagai cara alami yang dapat membantu meringankan gejala migrain, baik untuk mencegah serangan atau mengurangi intensitas dan durasinya.
Melansir dari laman Healthline, Rabu (29/01), berikut adalah 15 cara alami yang dapat membantu mengurangi gejala migrain.
1. Minyak Lavender
Menghirup minyak esensial lavender dapat membantu meredakan rasa sakit migrain. Minyak lavender bisa dihirup langsung atau dicampur dengan minyak pembawa dan dioleskan pada pelipis dalam jumlah kecil. Sebuah studi acak yang dilakukan pada 2016 menunjukkan bahwa terapi lavender selama tiga bulan dapat mengurangi frekuensi dan intensitas migrain, meskipun penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan.
2. Menghindari Makanan Pemicu
Makanan dan minuman memainkan peran penting dalam mencegah serangan migrain. Beberapa jenis makanan yang dapat menjadi pemicu migrain antara lain makanan yang mengandung nitrat (seperti hot dog, daging deli, bacon, dan sosis), cokelat, keju yang mengandung tiramin, alkohol (terutama anggur merah), serta makanan yang sangat dingin seperti es krim. Menghindari makanan-makanan ini bisa membantu mencegah migrain. Cobalah untuk mencatat makanan dan minuman yang Anda konsumsi dan perhatikan apakah ada hubungannya dengan serangan migrain.
3. Akupunktur
Akupunktur melibatkan penyisipan jarum yang sangat tipis ke dalam kulit di titik tertentu untuk meredakan berbagai masalah kesehatan, termasuk migrain. Studi acak pada 2020 menunjukkan bahwa 20 sesi akupunktur manual, bersama dengan perawatan biasa, lebih efektif dalam mencegah migrain dibandingkan dengan akupunktur palsu.
4. Feverfew (Tanaman Marguerite)
Feverfew adalah tanaman berbunga yang mirip dengan bunga daisy dan telah lama digunakan sebagai obat tradisional untuk migrain. Meskipun masih membutuhkan lebih banyak penelitian, sebuah studi pada 2019 menunjukkan bahwa tanaman ini bisa sedikit lebih efektif dibandingkan plasebo dalam mengurangi intensitas migrain.
5. Minyak Peppermint
Menthol yang terkandung dalam minyak peppermint dapat membantu mencegah serangan migrain, meskipun penelitian tentang hal ini masih terbatas. Studi pada 2019 menunjukkan bahwa minyak peppermint dapat memberikan perbaikan signifikan pada gejala migrain, dibandingkan dengan plasebo.
6. Jahe
Jahe terkenal dapat meredakan mual yang disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk migrain. Sebuah tinjauan studi pada 2020 menunjukkan bahwa jahe memiliki manfaat yang hampir sama dengan obat migrain sumatriptan, dengan efek samping yang lebih sedikit.
7. Yoga
Yoga, yang menggabungkan pernapasan, meditasi, dan postur tubuh, bisa membantu mengurangi frekuensi, durasi, dan intensitas serangan migrain. Penelitian pada 2015 menunjukkan bahwa yoga dapat membantu meredakan kecemasan, melepaskan ketegangan di area yang memicu migrain, dan meningkatkan kesehatan vaskular.
8. Biofeedback
Biofeedback adalah metode relaksasi yang mengajarkan Anda untuk mengontrol respons tubuh terhadap stres. Melalui terapi ini, Anda dapat belajar mengelola stres dengan memperhatikan perubahan fisiologis seperti detak jantung, tekanan darah, dan ketegangan otot.
9. Magnesium
Kekurangan magnesium sering kali dikaitkan dengan migrain. Suplemen magnesium oksida dapat membantu mencegah migrain, terutama yang terkait dengan aura atau migrain menstruasi. Studi pada 2021 menunjukkan bahwa magnesium oksida 500 mg dua kali sehari selama 8 minggu setara dengan obat valproate sodium dalam mencegah migrain tanpa efek samping yang signifikan.
10. Teknik Manajemen Stres
Menurut American Headache Society, lebih dari 80% penderita migrain melaporkan bahwa stres merupakan pemicu utama migrain. Beberapa teknik manajemen stres yang bisa membantu meliputi latihan pernapasan dalam, terapi musik, konseling, meditasi, dan relaksasi otot progresif.
11. Pijat
Pijat dapat membantu meredakan gejala migrain. Studi pada 2017 menunjukkan bahwa pijat dapat mengurangi intensitas dan frekuensi serangan migrain, meskipun bukti yang mendukung penggunaannya masih terbatas.
12. Akupresur untuk Mual Terkait Migrain
Akupresur adalah teknik yang melibatkan pemberian tekanan dengan jari atau tangan pada titik-titik tertentu di tubuh untuk meredakan rasa sakit dan gejala lainnya. Studi pada 2017 menunjukkan bahwa akupresur dapat membantu mengelola mual terkait migrain, meskipun tidak memperbaiki rasa sakit atau kualitas hidup secara signifikan.
13. Hidrasi
Dehidrasi dapat memicu serangan migrain. Pastikan untuk selalu cukup minum air sepanjang hari, terutama saat beraktivitas fisik. Pada hari yang panas, Anda mungkin perlu lebih banyak minum air dari biasanya untuk mencegah dehidrasi.
14. Tidur yang Cukup
Kualitas tidur yang buruk sering kali dikaitkan dengan frekuensi migrain yang lebih tinggi. Sebuah studi pada 2022 menemukan korelasi antara kualitas tidur yang buruk dengan frekuensi migrain yang lebih tinggi. Mengatur rutinitas tidur yang baik, seperti tidur pada waktu yang sama setiap malam dan menghindari kafein atau aktivitas yang merangsang sebelum tidur, dapat membantu.
15. Butterbur
Butterbur adalah tanaman yang tumbuh di Eropa, Asia, dan Amerika Utara dan sebelumnya direkomendasikan oleh American Academy of Neurology untuk mencegah migrain. Namun, pada 2015, rekomendasi itu dihentikan karena risiko toksisitas hati. Jika Anda tertarik untuk menggunakan butterbur, pastikan produk yang digunakan bebas dari alkaloid pyrrolizidine yang dapat merusak hati.
Dengan memahami dan menerapkan beberapa cara alami ini, Anda dapat membantu mengurangi gejala migrain dan meningkatkan kualitas hidup. Namun, jika migrain Anda sering terjadi, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
Editor : Candra Mega Sari