Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Mengungkap Alasan di Balik Populernya Matcha di Coffee Shop, Mengalahkan Kopi?

Shania Vivi Armylia Putri • Jumat, 24 Januari 2025 | 17:00 WIB
Matcha Latte. (Dok. Freepik)
Matcha Latte. (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Matcha menjadi minuman yang populer di seluruh dunia. Hampir di setiap coffee shop kini menawarkan menu berbahan dasar matcha.

Keunikan matcha tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada tampilannya yang menarik. Warna hijau cerahnya kerap menjadi daya tarik utama, membuat banyak orang memilih matcha baik untuk dinikmati sebagai minuman maupun untuk dijadikan konten estetik di media sosial.

Minuman ini berasal dari tanaman teh Camellia sinensis, tanaman yang juga menjadi bahan dasar teh hijau. Menariknya, meskipun matcha saat ini identik dengan budaya Jepang dan sering digunakan dalam upacara minum teh tradisional di negara tersebut, sejarahnya justru dimulai di Tiongkok pada masa Dinasti Tang, sebelum kemudian berkembang dan menjadi bagian penting dari budaya Jepang.

Popularitas matcha terus meningkat di berbagai belahan dunia. Kombinasi rasanya yang unik—lezat dengan nuansa earthy serta sentuhan umami—membuat banyak orang jatuh cinta dan ingin terus menikmatinya, baik sebagai matcha latte maupun kreasi minuman lainnya.

Matcha juga dinilai lebih ramah kafein dibandingkan kopi. Secangkir matcha mengandung sekitar 70 mg kafein dibandingkan dengan segelas kopi yang mengandung 100-140 mg kafein.

Karena itu, banyak coffee shop menyediakan matcha sebagai alternatif bagi pelanggan yang kurang menyukai kopi. Minuman ini juga dianggap lebih netral karena tidak menyebabkan efek seperti jantung berdebar, namun tetap memberikan sensasi waspada dan fokus. Inilah alasan mengapa matcha kian menjadi pilihan favorit bagi mereka yang ingin menikmati waktu santai di coffee shop.

1. Alternatif Tanpa Kafein yang Berlebih

Salah satu alasan utama mengapa matcha menjadi pilihan favorit di kedai kopi adalah karena matcha dapat menjadi alternatif bagi mereka yang mengalami jantung berdebar setelah mengonsumsi kopi. Efek ini terjadi karena kopi melepaskan kafein secara cepat ke dalam tubuh, sehingga sering kali menyebabkan rasa gugup atau cemas.

Sebaliknya, matcha bekerja dengan cara yang lebih lembut. Kandungan asam amino L-Theanine dalam matcha membantu memperlambat penyerapan kafein, sehingga efeknya terasa lebih stabil dan tidak menimbulkan lonjakan energi yang berlebihan. Hal inilah yang membuat matcha menjadi pilihan yang lebih nyaman bagi banyak orang.

2. Meredakan Stres

Matcha telah lama digunakan oleh para biksu untuk mendukung meditasi, karena kemampuannya membantu menjaga pikiran tetap jernih, tenang, namun tetap fokus dan waspada. Tradisi ini menunjukkan bagaimana matcha tidak hanya sekadar minuman, tetapi juga memiliki manfaat yang mendalam bagi keseimbangan mental.

Saat ini, banyak orang mengunjungi coffee shop untuk mencari suasana baru dan ketenangan pikiran. Memilih matcha sebagai minuman pun sering kali menjadi cara yang efektif untuk menciptakan rasa tenang. Menurut laman theteamakers.co.uk, kandungan asam amino L-Theanine dalam matcha memiliki kemampuan untuk meredakan stres dan kecemasan.

Selain membantu tubuh merasa lebih rileks, senyawa ini juga meningkatkan perasaan nyaman, menjadikan matcha pilihan ideal untuk melepas penat dalam suasana coffee shop yang menenangkan.

3. Tidak Membuat Ketergantungan

Mengkonsumsi matcha tidak membuat tubuh menjadi ketergantungan secara signifikan. Kafein pada matcha tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan kopi. Hal ini sering dipilih pengunjung untuk tetap merasa segar tanpa asupan kafein yang tinggi.

4. Kaya Akan Antioksidan

Mirip dengan teh hijau, matcha penuh akan antioksidan (polifenol). Matcha dibuat dari penggilingan daun utuh, yang memiliki antioksidan paling tinggi. Antioksidan sendiri bermanfaat untuk melawan penyakit, memperlambat penuaan dini, mengurangi peradangan, mencegah beberapa jenis kanker.

Mengutip theteamakers.co.uk, setiap gelas matcha mengandung sekitar 10 kali lebih banyak oksigen daripada teh hijau, sementara kopi tidak mengandung antioksidan sama sekali

5. Membantu Menurunkan Berat Badan

Matcha dapat meningkatkan metabolisme dan membakar lemak tanpa harus meningkatkan tekanan darah

6. Lebih Baik untuk Gigi

Matcha tidak menyebabkan noda terhadap gigi. Justru matcha akan meningkatkan kesehatan mulut karena dapat melawan bakteri penyebab kerusakan

7. Rasa yang Lembut

Bagi mereka yang mengalami intoleransi terhadap kopi, matcha biasanya dijadikan sebagai alternatif agar bisa tetap ngopi cantik bersama teman-teman. Matcha memiliki rasa yang lebih ringan dibandingkan kopi. Sangat cocok bagi orang-orang yang kurang suka atau alergi dengan rasa pahit dari kopi.

8. Mudah Dikreasikan

Matcha sangat mudah untuk dibuat dibandingkan dengan kopi. Bubuk matcha hanya perlu diseduh menggunakan air panas. Matcha semakin diminati semua kalangan karena sangat cocok untuk dikreasikan dengan bahan apapun, seperti krimer, es krim, susu, karamel, boba, ataupun cokelat.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#coffe shop #macha #kopi