JawaPos.com - Hati adalah salah satu jenis makanan yang sering dikonsumsi. Makanan ini kaya akan berbagai vitamin serta mineral yang bermanfaat bagi kesehatan.
Namun, meskipun kaya gizi, vitamin dan mineral dalam hati juga dapat menyebabkan komplikasi bagi orang dengan kondisi medis tertentu. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya dalam jumlah banyak.
Dilansir dari WebMD pada Jumat (3/1/2024), berikut adalah beberapa potensi dampak negatif yang bisa terjadi akibat mengonsumsi hati dalam jumlah berlebihan:
1. Kolesterol tinggi
Hati mengandung kadar kolesterol yang cukup tinggi. Meskipun banyak orang dapat mengonsumsi makanan berkolesterol tanpa masalah, mereka yang berusaha menurunkan kolesterol atau yang mengonsumsi obat penurun kolesterol perlu memperhatikan jumlah asupannya.
Konsumsi kolesterol berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.
2. Keracunan Vitamin A
Mengonsumsi hati dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan keracunan vitamin A, yang terjadi ketika tubuh tidak dapat memproses kelebihan vitamin A dengan cepat. Banyak dokter merekomendasikan agar orang yang tidak kekurangan vitamin A hanya mengonsumsi satu porsi hati per minggu.
Gejala keracunan vitamin A meliputi mual, muntah, sakit kepala, mudah tersinggung, dan rasa mengantuk. Konsumsi vitamin A dalam jumlah tinggi dalam jangka panjang juga dapat melemahkan tulang dan meningkatkan risiko patah tulang.
3. Keracunan Tembaga
Hati sapi mengandung tembaga dalam jumlah yang lebih tinggi dibandingkan dengan makanan lainnya. Satu porsi seberat 3 ons mengandung 12.400 mikrogram tembaga atau lebih dari 1.300% dari asupan harian yang direkomendasikan.
Tubuh biasanya dapat membuang kelebihan tembaga dengan efisien, sehingga jarang terjadi kadar tembaga yang berbahaya dalam tubuh. Namun, keracunan tembaga bisa terjadi karena:
Baca Juga: Waspada Hubungan Toxic! Ini 6 Tanda Bahaya dari Gaya Chat Pasangan yang Tidak Boleh Diabaikan
- Anda mengonsumsi hati dalam jumlah banyak secara terus-menerus.
- Pipa air yang digunakan untuk suplai air Anda mengandung tembaga yang mencemari air minum.
- Anda memiliki kondisi penyakit Wilson, di mana hati Anda menyimpan tembaga alih-alih mengeluarkannya.
Gejala keracunan tembaga meliputi mual, sakit perut, muntah, dan diare. Kasus yang parah dapat menyebabkan kerusakan hati dan kematian.
Karena hati memiliki kandungan vitamin A dan tembaga yang tinggi, sebagian besar dokter menyarankan agar orang yang tidak kekurangan vitamin mengonsumsi satu porsi saja per minggu.
4. Antibiotik dan resistensi antibiotik
Berbagai antibiotik digunakan pada hewan ternak untuk mengobati dan mencegah infeksi bakteri. Meskipun ada peraturan yang mengatur penggunaannya, beberapa antibiotik ini dapat tertelan oleh manusia ketika mengonsumsi hati dari hewan tersebut.
Karena hati berfungsi sebagai organ penyaring dan pembuang zat dari darah, kandungan antibiotik cenderung lebih tinggi dalam jenis daging ini.
Antibiotik yang terdapat dalam makanan dapat menyebabkan:
- Reaksi alergi, termasuk anafilaksis
- Masalah jantung
- Sensitivitas terhadap cahaya
- Masalah perkembangan pada bayi yang belum lahir
5. Interaksi obat
Beberapa obat diketahui dapat berinteraksi dengan vitamin A. Mengingat hati kaya akan vitamin A, siapa pun yang mengonsumsi obat seperti orlistat atau obat untuk psoriasis harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menambahkannya ke dalam makanan mereka.
Siapa yang Harus Menghindari Makan Hati?
Meskipun hati merupakan sumber nutrisi yang sangat baik, mengonsumsinya dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi orang-orang tertentu. Konsultasikan dengan dokter sebelum menambahkan hati ke dalam makanan Anda jika Anda.
Dilansir dari WebMD, berikut adalah daftar orang yang sebaiknya menghindari makan hati:
- Sedang hamil. Mengonsumsi vitamin A dalam jumlah sangat tinggi selama kehamilan telah dikaitkan dengan cacat lahir.
- Menderita asam urat. Hati mengandung banyak purin, zat yang dapat meningkatkan kadar asam urat dan menyebabkan asam urat.
- Mengidap penyakit Wilson. Dengan kondisi ini, tubuh Anda tidak dapat membuang kelebihan tembaga, sehingga dapat menumpuk hingga tingkat racun dengan cepat.
- Menderita diabetes tipe 2 dan kolesterol tinggi. Mengonsumsi hati atau jeroan lainnya dapat meningkatkan risiko penyakit hati berlemak.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah