JawaPos.com - Pernahkah bertemu dengan seseorang yang memberikan perhatian dan kasih sayang secara berlebihan, padahal masih berada di tahap awal? Hati-hati karena kemungkinan hal ini termasuk love bombing!
Mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orang terdekat memanglah menjadi suatu hal yang diinginkan banyak orang. Namun, jika hal-hal romantis yang dilakukan mulai terasa berlebih dan atau memaksa, kamu perlu waspada.
Istilah love bombing sendiri sudah menjadi hal yang diketahui oleh hampir seluruh individu dan menjadi istilah yang hangat diperbincangkan di berbagai media sosial. Banyak orang yang sudah mengalaminya, baik sebagai korban ataupun pelakunya.
Sebelum mengenal lebih jauh, love bombing merupakan suatu tindakan yang biasanya pasangan berikan dalam bentuk perhatian, kasih sayang, hadiah, kata-kata, dan hal romantic lainnya secara berlebihan, yang dimana dilakukan karena terdapat suatu maksud yaitu memanipulasi hubungan yang ingin dijalani.
Untuk mengetahui dan memahami apakah kejadian yang kamu alami adalah love bombing atau bukan, kenali ciri-ciri love bombing yang diberikan oleh pasangan. Dilansir dari halodoc.com, berikut adalah tanda bahwa pasangan kamu mungkin melakukan love bombing.
1. Memberikan Banyak Hadiah yang Terlalu Berlebihan
Memberikan sebuah hadiah kepada orang yang kita cintai memanglah sesuatu hal yang wajar. Namun, akan aneh jika pasangan mulai memberikan hadiah yang dilakukan secara terus menerus dan dalam kurun yang tidak wajar.
Seorang love bomber tidak akan menerima penolakan dari kamu, sehingga kamu akan selalu harus menerima hadiah yang mereka berikan. Hal ini dilakukan dengan memiliki maksud agar dapat memanipulasi kamu dengan membuat kamu merasa berhutang sehingga nantinya mereka akan lebih mudah untuk mengontrol apapun yang kamu lakukan.
2. Terus Menerus Mengirimkan Pesan atau Menelpon
Hal ini akan wajar dilakukan jika pasangan berusaha untuk menghubungimu dalam kurun waktu yang normal. Namun, berbeda dengan love bombers dimana mereka menginginkan kabar dan perhatian dari kamu tiada henti. Mereka akan selalu berusaha untuk menelpon atau chat kamu hingga memberikan kamu sendiri mulai merasa tidak nyaman.
3. Mengontrol dengan Membuat Kamu Merasa Terkurung dari Orang-Orang Sekitar
Seorang love bomber akan berusaha untuk mengisolasi kamu bahkan dari orang-orang terdekat, agar mereka dapat lebih leluasa dalam mengendalikan kamu dalam berbagai hal.
Biasanya yang mereka lakukan ini dapat seperti tidak mengizinkan kamu untuk melakukan aktivitas tertentu hingga melarangmu jika ingin pergi ke suatu tempat bersama dengan orang lain yang bukan mereka sendiri.
4. Sulit untuk Menerima Kata "Tidak"
Jika kamu berusaha untuk memberitahu seorang love bomber bahwa kamu tidak setuju dengan apa yang mereka lakukan ataupun saat kamu berusaha untuk memberi tahu bagaimana seharusnya batasan yang sehat, maka kemungkinan besar mereka justru akan memulai perdebatan.
Mereka juga akan berusaha membuat kamu berpikir bahwa kamu salah dalam hal ini dan justru mempertanyakan soal pikiran tersebut.
Cara untuk Terhindar dari Love Bombing
Agar kamu dapat terhindar dari suatu hubungan toxic dan menjauh dari pasangan love bomber, berikut cara yang bisa dilakukan.
1. Mulai waspada saat masih berada di awal hubungan, namun mereka sudah mulai memberikan segala perhatian dan hadiah yang berlebihan.
2. Harus memahami lebih dalam mengenai tipe orang narsistik dan segera menghindarinya. Orang narsistik akan selalu berusaha membuat segala sesuatunya tentang mereka, sehingga mereka akan menunjukkan perilaku yang kurang empati kepada orang lain.
3. Pastikan bahwa kamu sudah menjadi pribadi yang siap secara mental dan fisik. Akan bahaya jika kamu sendiri berasal dari keluarga yang secara emosional pun tidak terikat atau bahkan kamu memiliki pikiran bahwa dicintai itu dapat dirasakan dengan menerima sebuah hadiah. Maka dari itu, biarkan diri kamu pulih dan benar-benar siap secara emosional.
4. Mencari tahu sebenarnya bagaimana hubungan yang sehat dan sewajarnya.
Baca Juga: 5 Cara Upgrade Diri di Tahun 2025, Dijamin Hidup Kamu Jadi Lebih Produktif dan Bermakna
Editor : Candra Mega Sari