Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Pemkab Majalengka Sebut IPM Naik Berkat Penguatan Sektor Pendidikan

Antara • Minggu, 3 Mei 2026 | 16:47 WIB
Sejumlah pelajar mengikuti kegiatan peringatan Hari Pendidikan Nasional di Majalengka. (Pemkab Majalengka/Antara)
Sejumlah pelajar mengikuti kegiatan peringatan Hari Pendidikan Nasional di Majalengka. (Pemkab Majalengka/Antara)

 

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Majalengka menyebut kenaikan angka indeks pembangunan manusia (IPM) pada 2026 bisa dicapai berkat penguatan program di sektor pendidikan.

Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan, capaian IPM tahun ini mencapai 71,37 atau meningkat sekitar satu poin dibandingkan tahun sebelumnya.

”Capaian ini menempatkan Kabupaten Majalengka sebagai daerah dengan IPM tertinggi di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning),” kata Eman Suherman dilansir dari Antara.

Baca Juga: Pemkab Majalengka Prioritaskan Perbaikan Ruang Kelas Ambruk

Dia menyebut peningkatan IPM tidak terlepas dari kontribusi sektor pendidikan yang menjadi prioritas pembangunan daerah melalui berbagai program peningkatan akses, pemerataan layanan, serta penguatan kualitas pembelajaran di semua jenjang pendidikan.

Menurut dia, berbagai program pendidikan yang dijalankan pemerintah daerah mulai menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan indikator pembangunan. Selain IPM, indikator pendidikan lainnya menunjukkan tren positif pada 2026, misalnya seperti rata-rata lama sekolah (RLS) tercatat sebesar 7,81 atau naik dari 7,53.

Dia menyampaikan pula angka partisipasi murni (APM) PAUD mencapai 90,90 persen, APM SD/MI sekitar 90,79 persen, dan APM SMP/MTs tercatat 85,92 persen. Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi, salah satunya adalah angka anak tidak sekolah (ATS) yang masih cukup tinggi di Kabupaten Majalengka.

Baca Juga: Kemenhaj Prioritaskan Layanan untuk Calon Haji Lansia dan Difabel

Berdasar data tahun ajaran 2025/2026, tercatat sebanyak 10.374 anak di Kabupaten Majalengka belum mengenyam pendidikan formal. Oleh karena itu, Eman Suherman menegaskan masih diperlukan penanganan serius melalui pendekatan lintas sektor dan berkelanjutan.

”Saya instruksikan agar ke depan tidak ada lagi anak-anak Majalengka yang tidak bersekolah, karena pendidikan merupakan hak dasar setiap warga,” ujar Eman Suherman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Majalengka Muhamad Umar Ma'ruf menyiapkan langkah strategis untuk menekan angka ATS melalui penguatan program jemput bola dan kolaborasi lintas sektor. Pihaknya mulai mengoptimalkan pendataan serta penjangkauan langsung ke masyarakat agar anak-anak yang putus sekolah, dapat kembali mengakses layanan pendidikan secara bertahap.

”Penguatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan menjadi fokus penting, karena kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh kompetensi pengajar dalam mengelola proses belajar yang efektif dan inklusif,” tutur Muhamad Umar Ma'ruf.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#indeks pembangunan manusia #pemkab majalengka #pendidikan #ipm