Waspada! Ini 5 Kebiasaan Harian yang Picu Kadar Kortisol Tinggi dalam Tubuh

JawaPos.com - Tubuh manusia memproduksi kortisol melalui kelenjar adrenal untuk menjalankan fungsi penting seperti kontrol energi dan metabolisme.
Dalam jangka pendek, hormon ini bertindak sebagai pelindung saat kita menghadapi tekanan. Masalah baru muncul ketika kortisol berada di level tinggi secara terus-menerus.
Dampak buruk dari kadar kortisol yang tidak terkendali meliputi kenaikan berat badan, gangguan tidur, serta risiko penyakit jantung dan pengeroposan tulang.
Mengutip dari NDTV, banyak dari kita yang secara tidak sadar memelihara kebiasaan rutin yang membuat tubuh terus berada dalam kondisi siaga tinggi. Berikut adalah 5 kebiasaan yang perlu diwaspadai agar hormon stres tetap stabil.
Baca Juga: 5 Manfaat Minum Jus Tomat Setiap Pagi untuk Kesehatan Tubuh, Ampuh Cegah Penyakit Kronis!
1. Melewatkan Sarapan
Melewatkan sarapan dapat menyebabkan peningkatan produksi kortisol.
Ketika Anda melewatkan sarapan, tubuh menganggapnya sebagai pemicu stres, yang menyebabkan peningkatan kadar kortisol untuk memobilisasi cadangan energi.
Kondisi yang meningkat ini dapat memiliki efek negatif sepanjang hari, termasuk peningkatan nafsu makan dan keinginan mengonsumsi makanan tidak sehat.
2. Konsumsi Kafein Berlebihan
Meskipun banyak orang mengandalkan kafein untuk memulai hari atau tetap waspada, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kadar kortisol.
Kafein merangsang sistem saraf pusat dan dapat menciptakan respons stres bahkan tanpa adanya stres fisik.






