JawaPos.com–Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Cirebon mencatat sebanyak 2.576 calon jamaah haji siap diberangkatkan pada musim haji 2026. Mereka berangkat melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Cirebon Mualim Tamim mengatakan, persiapan penyelenggaraan haji daerah tersebut telah mencapai 99 persen dan tinggal menunggu jadwal keberangkatan.
”Sudah memenuhi semuanya. Artinya, 99 persen sudah siap dilaksanakan. Kita tinggal menunggu keberangkatan mulai dari Kloter 5 pada 24 April,” kata Mualim Tamim dilansir dari Antara.
Baca Juga: Wali Kota Cirebon Sebut Layanan Adminduk Bisa Diproses Satu Jam
Dia menyebutkan total 2.576 calon jamaah haji tersebut akan diberangkatkan dalam tujuh kelompok terbang (kloter), sesuai dengan kuota yang diterima daerah. Dari jumlah itu, lima kloter merupakan kloter penuh dengan kapasitas 445 orang per kloter, sedangkan dua kloter lainnya merupakan kloter gabungan dengan daerah lain.
”Dua kloter gabungan dengan Kota Bandung, Indramayu, dan daerah lainnya,” ujar Mualim Tamim.
Menurut dia, setiap kloter tidak hanya berisi jamaah calon haji, tetapi juga dilengkapi petugas pendamping, mulai dari pembimbing ibadah hingga tenaga kesehatan. Jumlah jamaah calon haji tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 2.200 orang.
Baca Juga: Pemkab Kuningan Percepat Perbaikan Jalan Pelosok Ruas Cidahu-Luragung
”Kalau tahun kemarin 2.200, sekarang 2.576. Jadi di saat Jawa Barat secara umum mungkin ada pengurangan kuota, tetapi untuk Kabupaten Cirebon justru meningkat,” terang Mualim Tamim.
Peningkatan tersebut, kata dia, dipengaruhi tingginya minat masyarakat yang tercermin dari panjangnya daftar tunggu calon jamaah haji. Selain itu, sistem kuota saat ini juga mempertimbangkan masa tunggu, sehingga daerah dengan antrean panjang berpeluang memperoleh tambahan alokasi.
Dia memastikan seluruh calon haji yang akan berangkat telah memenuhi persyaratan, baik dari sisi pelunasan biaya maupun kesehatan. ”Kalau sudah berangkat, berarti sudah lunas dan telah memenuhi syarat istitha'ah, baik secara finansial maupun kesehatan,” tandas Mualim Tamim.
Mualim menuturkan sekitar 40 persen dari total calon haji merupakan kelompok lanjut usia (lansia), sejalan dengan kebijakan prioritas pelayanan pada musim haji tahun ini. ”Ada sekitar 40 persen lansia karena kami memprioritaskan kelompok tersebut. Tagline tahun ini adalah ramah lansia, disabilitas, dan ramah perempuan,” ucap Mualim Tamim.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah