Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Menbud Fadli Zon Ungkap Keunikan Sarkofagus di Situs Cipari Kuningan

Antara • Minggu, 5 April 2026 | 18:03 WIB
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon (tengah) di Situs Cipari Kabupaten Kuningan. (Fathnur Rohman/Antara)
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon (tengah) di Situs Cipari Kabupaten Kuningan. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com–Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengungkapkan keunikan peti kubur batu atau sarkofagus di Situs Cipari, Kabupaten Kuningan. Situs itu menjadi bukti konkret teknologi penguburan masyarakat prasejarah di wilayah tersebut.

Menbud mengatakan sarkofagus tersebut memiliki keunikan dibandingkan situs serupa di daerah lain. ”Temuan-temuan sarkofagus atau semacam tempat untuk kubur batu yang bentuknya unik, ini terdiri dari empat lempengan batu andesit, tidak dalam satu batu yang utuh,” ujar Fadli Zon dilansir dari Antara.

Dia menjelaskan, bentuk sarkofagus tersebut berbeda dengan temuan lain yang umumnya berupa batu utuh atau monolit. Sehingga menunjukkan teknik konstruksi tersendiri pada masa itu.

Baca Juga: BI Cirebon Catat Realisasi Program Serambi 2026 Capai Rp 3,97 Triliun

Menurut dia, Situs Cipari merupakan situs yang ditemukan dan mulai diekskavasi arkeolog sejak awal 1970-an. Dari sisi kronologi, situs tersebut berasal dari masa Neolitikum hingga Megalitikum dengan rentang waktu sekitar 2.000 sebelum Masehi hingga 500 sebelum Masehi.

”Di Cipari ini, kalau kita lihat, zamannya adalah zaman Neolitikum, zaman Megalitikum, mungkin sekitar kira-kira 2.000 tahun sebelum Masehi sampai sekitar 500 tahun sebelum Masehi,” kata Fadli Zon.

Rentang waktu tersebut menunjukkan bahwa wilayah Kuningan telah menjadi bagian dari peradaban manusia sejak ribuan tahun lalu. Fadli Zon menekankan pentingnya kelanjutan ekskavasi, untuk membuka kemungkinan temuan baru di kawasan tersebut.

Baca Juga: Menbud Pastikan Keraton Kasepuhan Segera Jadi Cagar Budaya Nasional

”Tentu ke depan juga kita harapkan akan semakin banyak ekskavasi, temuan-temuan baru nanti, bekerja sama dengan para peneliti,” tandas Fadli Zon.

Selain penelitian, pemerintah melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat telah merevitalisasi museum di kawasan tersebut untuk menyimpan temuan dan menyajikan alur pembelajaran bagi pengunjung. Museum itu, lanjut Fadli Zon, dilengkapi penyajian yang rapi serta sentuhan digital agar dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda.

Dia menambahkan, kawasan Situs Cipari juga memiliki potensi dikembangkan sebagai pusat kegiatan budaya karena dilengkapi fasilitas seperti amphitheater dengan lanskap yang mendukung.

”Pemanfaatan dan aktivasi situs-situs sebagai ruang budaya ini juga saya kira menjadi bagian yang penting bagi Kemenbud, bekerja sama dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan juga dengan komunitas-komunitas serta para penggerak budaya,” ucap Fadli Zon.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#Situs Cipari #sarkofagus #fadli zon #kabupaten kuningan