JawaPos.com–Anggota DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady menilai pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Jabar, berjalan cukup baik. Masih terjadi kepadatan arus lalu lintas di sejumlah titik wilayah Cirebon.
Menurut dia, aparat kepolisian bersama Dinas Perhubungan (Dishub) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota telah bekerja maksimal dalam mengatur lalu lintas selama periode tersebut.
”Secara umum saya kira aparat kepolisian dan kawan-kawan Dishub, baik provinsi maupun kabupaten/kota, sudah bekerja maksimal,” kata Daddy dilansir dari Antara di Cirebon.
Baca Juga: Legislator Jabar Apresiasi Pengamanan Arus Mudik dan Balik di Kuningan
Dia mengatakan, kepadatan yang masih terjadi di beberapa ruas jalan, merupakan bagian dari dinamika arus mudik dan balik Lebaran yang hampir selalu terjadi setiap tahun. Kepadatan lalu lintas tersebut, tidak terlepas dari tingginya jumlah kendaraan yang digunakan masyarakat saat melakukan perjalanan.
Daddy menjelaskan, Jabar memiliki jumlah penduduk yang sangat besar, sehingga pergerakan masyarakat pada masa Lebaran juga meningkat signifikan. Jumlah penduduk Jabar mencapai sekitar 51 juta jiwa, sehingga meskipun hanya sebagian yang melakukan perjalanan mudik, jumlah kendaraan di jalan tetap sangat banyak.
”Kendaraan yang digunakan pemudik pun beragam, mulai dari sepeda motor hingga mobil pribadi,” ujar Daddy Rohanady.
Baca Juga: Legislator Jabar Sebut Budaya Harus Jadi Basis Pembangunan di Cirebon
Kondisi itu, lanjut dia, membuat kemacetan di sejumlah jalur mudik menjadi konsekuensi yang sulit dihindari. Meski demikian, berbagai upaya pengaturan lalu lintas yang dilakukan petugas dinilai cukup membantu menjaga kelancaran arus kendaraan.
Selain pengaturan lalu lintas, dia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) selama masa mudik dan arus balik. Hal tersebut perlu diperhatikan, karena konsumsi BBM biasanya meningkat ketika kendaraan terjebak kemacetan dalam waktu cukup lama.
Oleh karena itu, dia berharap distribusi pasokan BBM di ruas arteri maupun tol tetap terjaga agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi selama perjalanan.
”Dalam kemacetan, selain konsumsi BBM meningkat, pasokan juga pasti terjebak macet pula,” ucap Daddy Rohanady.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah