Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Pemkab Majalengka Pastikan Relokasi Warga Terdampak Tanah Bergerak

Antara • Selasa, 17 Februari 2026 | 13:14 WIB
Rumah warga yang terdampak tanah bergerak di Majalengka. (Pemkab Majalengka/Antara)
Rumah warga yang terdampak tanah bergerak di Majalengka. (Pemkab Majalengka/Antara)

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Majalengka memastikan akan merelokasi warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Sukadana, Kecamatan Malausma. Hal tersebut dilakukan guna menjamin keselamatan masyarakat.

Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan, opsi relokasi disiapkan karena kondisi tanah di kawasan tersebut masih labil akibat curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

”Pergerakan tanah yang terjadi pada Rabu (11/2). Tercatat sepanjang kurang lebih 339 meter dari bagian puncak perbukitan,” kata Eman Suherman seperti dilansir dari Antara.

Dia menjelaskan, lokasi kejadian berada di zona merah dengan tingkat kerentanan pergerakan tanah sangat tinggi. Sehingga berpotensi terjadi pergerakan susulan.

Eman menyebutkan di lokasi tersebut sebanyak 25 rumah terdampak langsung, 35 kepala (KK) keluarga mengungsi, dan 128 jiwa lainnya berada dalam ancaman karena kondisi tanah yang belum stabil. Saat ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait kemungkinan relokasi warga apabila masyarakat menyatakan kesediaannya untuk dipindahkan.

”Apabila masyarakat siap untuk direlokasi, kami akan mengusulkan ke pemerintah provinsi. Namun, kami menyiapkan lahan relokasi di daerah yang lebih aman dan tidak jauh dari lokasi saat ini,” ungkap Eman Suherman.

Menurut dia, penyediaan lahan di sekitar wilayah tersebut dilakukan agar warga tetap dapat menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi tanpa harus berpindah terlalu jauh. Selain menyiapkan skema relokasi, Pemkab Majalengka juga melakukan penanganan darurat bagi warga terdampak.

Dia menuturkan dinas terkait telah mendirikan tenda pengungsian sementara serta dapur umum, untuk memastikan kebutuhan logistik para pengungsi terpenuhi.

”Keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana tersebut,” tandas Eman Suherman.

Dia mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan guna, mengurangi risiko terjadinya bencana serupa di masa mendatang.

”Kami menyiapkan fasilitas pengungsian tambahan di wilayah lain yang terdampak, sebagai bagian dari upaya tanggap darurat pemerintah daerah,” ucap Eman Suherman.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#bencana tanah bergerak #majalengka #jawa barat