Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

OJK Cirebon Terima 266 Aduan Konsumen Jasa Keuangan pada Januari 2026

Antara • Selasa, 10 Februari 2026 | 19:35 WIB
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib (tengah). (OJK Cirebon/Antara)
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib (tengah). (OJK Cirebon/Antara)

JawaPos.com–Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menerima 266 aduan konsumen jasa keuangan selama Januari 2026. Laporan terbanyak berasal dari sektor financial technology (fintech).

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan, ratusan aduan tersebut merupakan hasil rekapitulasi laporan masyarakat di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning), yang masuk melalui kanal layanan pengaduan resmi. Sektor fintech, mendominasi jumlah aduan dengan 101 laporan atau sekitar 37,97 persen dari total pengaduan yang diterima.

”Fintech menjadi sektor dengan jumlah pengaduan tertinggi, selama periode tersebut,” kata Agus Muntholib seperti dilansir dari Antara.

Selain fintech, dia mengatakan, aduan juga banyak berasal dari sektor bank umum yang tercatat sebanyak 79 laporan serta perusahaan pembiayaan sebanyak 36 laporan. Agus mengatakan, untuk aduan pada sektor entitas ilegal, bank perekonomian rakyat (BPR), dan asuransi menyumbang porsi lebih kecil dibandingkan tiga sektor utama tersebut.

”Mayoritas konsumen mengajukan aduan secara langsung atau walk in sebanyak 204 laporan, sedangkan melalui surat tercatat 62 laporan,” ujar Agus Muntholib.

Dari sisi jenis permasalahan, kata dia, laporan paling banyak terkait Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dengan 67 aduan dari total laporan yang masuk. Pihaknya mencatat permasalahan lain yang cukup dominan adalah dugaan penipuan atau fraud eksternal sebanyak 38 laporan, serta penyalahgunaan data pribadi sebanyak 23 laporan.

”Kami menerima juga permintaan keringanan dan permintaan informasi masing-masing sebesar 7,14 persen dan 6,02 persen,” terang Agus Muntholib.

Dia merinci berdasar demografi pelapor, laki-laki lebih banyak menyampaikan aduan dengan 153 laporan, sedangkan perempuan sebanyak 113 laporan. Secara wilayah, Kabupaten Cirebon menjadi penyumbang aduan terbesar dengan 121 laporan dan diikuti Kota Cirebon sebanyak 83 laporan.

”Dilihat dari latar belakang pekerjaan, pegawai swasta mendominasi jumlah pelapor dengan 92 aduan,” tutur Agus Muntholib.

Dia memastikan OJK Cirebon akan menggencarkan program edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat, setelah menerima banyak aduan dari konsumen jasa keuangan. Penguatan literasi dilakukan sebagai langkah pencegahan agar masyarakat lebih memahami produk dan risiko layanan keuangan, sekaligus menekan potensi penipuan.

Selain itu, OJK selalu menyesuaikan strategi sosialisasi agar lebih tepat sasaran di berbagai kelompok masyarakat.

”Kami berupaya meningkatkan kualitas sekaligus memperkuat peran strategis OJK, dalam menjaga stabilitas sistem maupun pemerataan akses keuangan di wilayah Ciayumajakuning,” ujar Agus Muntholib.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#otoritas jasa keuangan #cirebon #fintech #financial technology