JawaPos.com–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Kondisi itu masih berpeluang terjadi pada Februari 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Ikin Asikin mengatakan, intensitas hujan lebat yang disertai angin kencang berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.
”Potensi hujan lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan gelombang tinggi masih perlu diwaspadai masyarakat,” kata Ikin Asikin seperti dilansir dari Antara.
Dia menyebutkan, wilayah rawan bencana seperti bantaran sungai, daerah perbukitan, dan kawasan pesisir menjadi lokasi yang perlu mendapat perhatian khusus saat cuaca ekstrem berlangsung. Atas dasar tersebut, BPBD meminta masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
”Masyarakat diimbau menghindari aktivitas di lokasi rawan bencana serta menunda kegiatan di luar ruangan apabila kondisi cuaca dinilai membahayakan,” ujar Ikin Asikin.
Lebih lanjut, dia menyampaikan, sebanyak 234 kejadian bencana terjadi selama 2025 atau menurun dibandingkan pada 2024 yang mencapai 243 kejadian. Ikin mengatakan kejadian bencana pada 2025 masih didominasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor.
Menurut dia, data tersebut menunjukkan bahwa ancaman bencana masih cukup tinggi, sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat tetap harus ditingkatkan. Dalam kondisi darurat, masyarakat diminta segera melapor melalui layanan call center 112 agar dapat ditangani secara cepat.
Selain itu, dia mengatakan laporan kejadian bencana dapat disampaikan melalui layanan pesan singkat WhatsApp BPBD Kabupaten Cirebon di nomor 087787299991.
”Kami memastikan terus memperkuat kesiapsiagaan personel dan koordinasi lintas instansi, guna menghadapi potensi bencana,” ucap Ikin Asikin.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah