JawaPos.com–Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon intensifkan pengawasan bahan pangan segar untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjelang Ramadhan 2026.
Kepala DKP3 Kota Cirebon Elmi Masruroh mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bahan baku yang digunakan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap bermutu dan sesuai standar selama periode penyesuaian jadwal puasa. Pihaknya memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan keamanan pangan segar asal tumbuhan, hewan, dan ikan, sementara produk pangan olahan menjadi kewenangan perangkat daerah lain.
”Fokus kami pada pangan segar, bukan yang sudah diolah. Pemeriksaan dilakukan di pasar, distributor, kelompok tani, kelompok wanita tani, dan sekarang kami tambah ke SPPG pelaksana MBG,” kata Elmi Masruroh seperti dilansir dari Antara.
Menurut dia, perluasan titik pengawasan dilakukan seiring bertambahnya dapur layanan MBG. Sehingga kontrol tidak hanya dilakukan di rantai pasok, juga di lokasi penerimaan serta pengolahan bahan baku.
Selain pengambilan sampel, kata Elmi, petugas pun melakukan monitoring praktik penanganan bahan pangan di dapur, sarana penyimpanan, hingga ruang pengemasan untuk memastikan standar higienitas terpenuhi. Pengawasan MBG tersebut melibatkan sedikitnya empat bidang di DKP3, yakni bidang ketahanan pangan, keamanan dan kerawanan pangan, peternakan, serta perikanan dan kelautan.
Dia mencontohkan bidang ketahanan pangan bertugas menilai susunan menu yang digunakan dalam Program MBG. Termasuk kesesuaiannya dengan prinsip Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).
”Bidang keamanan dan kerawanan pangan melakukan uji sampel sayur dan buah untuk mendeteksi kemungkinan kandungan residu pestisida, formalin, dan zat berbahaya lainnya melalui metode uji cepat,” ungkap Elmi Masruroh.
Dia menuturkan, dinasnya turut memantau sistem penyimpanan bahan pangan di dapur MBG, seperti suhu ruang simpan telur dan daging. Selain itu, mengawasi potensi susut bahan dan sisa makanan guna menekan food loss dan food waste.
Elmi mengemukakan dalam mendukung pengujian di lapangan, SPPG telah menerima bantuan alat rapid test dari Badan Gizi Nasional (BGN). Namun penggunaannya masih memerlukan peningkatan kapasitas petugas.
Oleh karena itu, DKP3 menggandeng laboratorium keamanan pangan untuk memberikan pelatihan teknis penggunaan alat uji cepat kepada petugas SPPG agar pemeriksaan dapat dilakukan secara mandiri dan akurat.
”Menjelang Ramadhan, ritme produksi MBG mungkin berubah, tetapi pengawasan bahan pangan segar tetap kami intensifkan melalui sampling dan pemeriksaan berkala agar keamanan pangan tetap terjaga,” tutur Elmi Masruroh.
Sebelumnya, Pemkot Cirebon mencatat terdapat 30 SPPG di daerah tersebut, sementara 10 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan. Adapun total penerima manfaat MBG yang telah terlayani di Kota Cirebon sampai pertengahan Desember 2025 mencapai 67.490 orang.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah