Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Pemkab Cirebon dan Kuningan Sepakat Cegah Banjir Secara Terpadu

Antara • Sabtu, 3 Januari 2026 | 17:54 WIB
Peristiwa banjir yang melanda sejumlah titik di Cirebon, pada Desember 2025. (Fathnur Rohman/Antara)
Peristiwa banjir yang melanda sejumlah titik di Cirebon, pada Desember 2025. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Kuningan sepakat melakukan langkah pencegahan banjir secara terpadu dari wilayah hulu hingga hilir. Banjir melanda sejumlah wilayah Cirebon pada Desember 2025.

Bupati Cirebon Imron mengatakan, penanganan banjir di Cirebon tidak dapat dilakukan secara parsial karena berada di hilir. Hal itu sangat bergantung pada kondisi lingkungan di Kabupaten Kuningan sebagai daerah hulu.

Kondisi ekosistem di wilayah hulu, kata dia, berpengaruh langsung terhadap besarnya debit air yang mengalir ke wilayah hilir, terutama saat curah hujan tinggi.

”Oleh karenanya, kami meyakini kelestarian alam di wilayah hulu harus dijaga secara komprehensif karena menjadi kunci pengendalian banjir,” kata Imron seperti dilansir dari Antara.

Dia menyebutkan salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian bersama. Yakni keberadaan bangunan liar di bantaran sungai dan kawasan resapan air, baik di wilayah hulu maupun hilir.

Menurut dia, bangunan tersebut bisa menghambat aliran air serta mengurangi fungsi kawasan resapan sehingga meningkatkan potensi banjir. Sebagai langkah konkret, kedua daerah sepakat melakukan penanaman pohon di kawasan perbatasan untuk meningkatkan daya serap air.

Selain itu, Pemkab Cirebon akan memperkuat pengendalian sungai melalui program normalisasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung.

”Ke depan, kami menerapkan sanksi tegas terhadap masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai karena kebiasaan tersebut menjadi salah satu penyebab banjir,” tutur Imron.

Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan, pembangunan kolam retensi di wilayah hulu perlu didorong agar aliran air hujan tidak langsung menuju wilayah hilir. Pemkab Kuningan, berkomitmen meningkatkan edukasi dan kesadaran masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan, terkait pentingnya menjaga lingkungan.

Tantangan dalam penanganan banjir semakin kompleks, seiring kondisi cuaca yang sulit diprediksi. Kendati begitu, dia menegaskan penanganan banjir harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

”Berdasar data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) intensitas hujan diperkirakan masih berpotensi terjadi hingga April 2026,” ucap Dian Rachmat Yanuar.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#kuningan #pemkab cirebon #banjir