JawaPos.com–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu memperkuat pengawasan kualitas udara. Hal itu dilakukan melalui pengoperasian alat bernama Air Quality Monitoring System (AQMS) sehingga data yang dihasilkan lebih akurat.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Indramayu Subyar Mujihandono mengatakan, penggunaan AQMS memungkinkan data mutu udara, bisa diperbarui setiap jam dan dapat langsung diakses masyarakat.
”Alat AQMS ini terhubung dengan aplikasi bernama ISPUNet. Jadi masyarakat bisa memantau kondisi udara di Indramayu secara real time,” kata Subyar seperti dilansir dari Antara di Indramayu, Senin (8/12).
Dia menyampaikan, aplikasi ISPUNet dapat diunduh melalui ponsel pintar, untuk menampilkan indikator kualitas udara yang dapat dipantau setiap waktu. Pemanfaatan teknologi ini membuat proses pengawasan lebih mudah dan transparan, sehingga bisa menjadi masukan untuk penguatan program terkait lingkungan hidup di Indramayu.
Subyar meyakini kemudahan akses tersebut mampu meningkatkan kepedulian warga, terhadap kondisi udara serta mendorong perilaku lebih ramah lingkungan. Hasil pemantauan Indeks Kualitas Udara (IKU) pada 2024, menunjukkan peningkatan nilai dibandingkan tahun sebelumnya.
”Nilai IKU 2024 (di Indramayu) tercatat 89,10, naik dari 86,96 pada tahun sebelumnya,” terang Subyar Mujihandono.
Pemantauan tersebut, lanjut dia, dilakukan menggunakan passive sampler yang dipasang di empat titik mewakili kawasan transportasi, perkantoran, industri, dan perumahan. Setelah terpasang selama 14 hari, alat tersebut diuji di laboratorium dan hasilnya diunggah ke aplikasi SITALA sebagai dasar penilaian indeks.
Dalam pemantauan udara ambien, pihaknya menggunakan dua parameter utama yakni sulfur dioksida dan nitrogen dioksida.
”Mulai 2025, parameter PM 2.5 turut ditambahkan. Nilai IKU tahun 2025 baru akan diumumkan pada awal Januari 2026,” tutur Subyar Mujihandono.
Selain itu, DLH menggunakan alat pemantau kualitas air sungai berbasis sensor atau Onlimo dan perangkat tersebut saat ini dipasang di Sungai Cipanas Indramayu. Subyar Mujihandono menyampaikan alat tersebut digunakan, untuk memantau parameter pencemar tanpa proses pengambilan sampel manual.
”Untuk air tidak perlu lagi sampling ke laboratorium. Sensor Onlimo langsung membaca kondisi sungai,” ucap Subyar Mujihandono.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah