JawaPos.com–Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) mencanangkan pelepasliaran tiga ekor elang ular bido (Spilornis cheela). Hal itu untuk mendukung upaya pembinaan habitat dan populasi satwa liar di kawasan tersebut.
”Ketiga raptor itu masing-masing bernama Roger, Acil, dan Bejo, yang rencananya dilepasliarkan ke kawasan TNGC pada akhir pekan ini,” kata Kepala Subbag Humas Promosi dan Pemasaran BTNGC Ady Sularso seperti dilansir dari Antara di Kuningan, Jumat (21/11).
Dia mengatakan, pelepasliaran ini merupakan bagian dari komitmen BTNGC dalam menjaga kelestarian satwa liar, khususnya jenis raptor atau burung pemangsa. Sebelum dilepas, ketiga elang tersebut menjalani rangkaian uji kesehatan dan uji kelayakan di Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK).
Dalam kegiatan sosialisasi itu, TNGC menghadirkan narasumber dari Raptor Indonesia (RAIN) yang memaparkan peran ekologi elang ular bido dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Ady Sularso menambahkan, proses habituasi merupakan tahap penting untuk memastikan elang-elang tersebut benar-benar siap kembali hidup di alam liar.
”Tim TNGC bersama tim PKEK terus memantau habituasi untuk menjamin keberhasilan, keselamatan, dan kesehatan ketiga elang sampai pelepasliaran dilaksanakan sesuai prosedur,” ucap Ady Sularso.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah